MUARO JAMBI, bungopos.com — Kualitas udara di Muaro Jambi berada pada level yang patut diwaspadai. Data pemantauan BMKG pada pukul 22.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara Muaro Jambi mencapai 85,0 dengan kategori “Tidak Sehat”, menjadi angka tertinggi dibanding sejumlah kota lain yang tampil dalam pemantauan.
Kondisi tersebut menempatkan Muaro Jambi sebagai wilayah dengan kualitas udara paling buruk dalam daftar pemantauan tersebut. Warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki gangguan pernapasan, perlu lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan.
Di posisi berikutnya, Pekanbaru mencatat indeks 83,5, juga berada dalam kategori “Tidak Sehat”. Angka ini hanya terpaut 1,5 poin dari Muaro Jambi, menunjukkan kualitas udara di kedua wilayah tersebut sama-sama membutuhkan perhatian.
Sementara itu, Talang Betutu mencatat indeks 61,6 dan masih masuk kategori “Tidak Sehat”. Kondisi sedikit lebih baik terlihat di Kota Jambi, dengan indeks 52,7 yang berada pada kategori “Sedang”.
Adapun Kemayoran mencatat indeks 41,8, juga dalam kategori “Sedang”.
Data tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kualitas udara yang cukup mencolok antarlokasi. Muaro Jambi dan Pekanbaru menjadi dua titik yang paling menonjol karena indeksnya telah menembus kategori tidak sehat.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa kualitas udara bukan sekadar angka pada layar pemantauan. Ketika partikulat dan polutan meningkat, udara yang dihirup masyarakat setiap hari dapat menjadi persoalan kesehatan yang serius. (***)