KETIMPANGAN : Lama sekolah antar daerah se Provinsi Jambi berbeda-beda

Fakta Mengejutkan ! Ketimpangan Lama Sekolah Masih Menjadi Wajah Jambi

JAMBI, bungopos.com — Rata-rata lama sekolah di Provinsi Jambi terus menunjukkan peningkatan, namun data terbaru memperlihatkan bahwa kesenjangan pendidikan antardaerah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Di satu sisi, masyarakat di Kota Jambi telah menikmati akses pendidikan hingga setara kelas XII SMA. Di sisi lain, beberapa kabupaten masih tertahan pada rata-rata pendidikan setingkat kelas VIII atau IX SMP.

Data rata-rata lama sekolah (RLS) menurut jenis kelamin menunjukkan Kota Jambi menjadi daerah dengan capaian pendidikan tertinggi di Provinsi Jambi. Rata-rata lama sekolah penduduk laki-laki mencapai 11,74 tahun, sedangkan perempuan 11,54 tahun. Artinya, sebagian besar penduduk Kota Jambi telah mengenyam pendidikan hampir hingga lulus sekolah menengah atas.

Posisi berikutnya ditempati Kota Sungai Penuh, dengan rata-rata lama sekolah 11,28 tahun untuk laki-laki dan 10,63 tahun bagi perempuan. Capaian tersebut menempatkan dua kota di Provinsi Jambi sebagai wilayah dengan kualitas akses pendidikan terbaik.

Sebaliknya, Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi daerah dengan rata-rata lama sekolah terendah. Penduduk laki-laki rata-rata hanya bersekolah selama 8 tahun, sedangkan perempuan 7,48 tahun. Dengan kata lain, rata-rata penduduk di wilayah tersebut belum menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA.

Perbedaan ini menunjukkan adanya kesenjangan pendidikan yang cukup lebar. Dibandingkan Kota Jambi, rata-rata lama sekolah laki-laki di Tanjung Jabung Timur terpaut 3,74 tahun, sedangkan perempuan terpaut 4,06 tahun. Selisih tersebut mencerminkan perbedaan akses terhadap pendidikan, kesempatan melanjutkan sekolah, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Data juga memperlihatkan bahwa hampir seluruh kabupaten di Provinsi Jambi masih berada pada kisaran 8 hingga 9 tahun masa sekolah. Kabupaten Kerinci mencatat rata-rata lama sekolah laki-laki 9,45 tahun dan perempuan 8,13 tahun, disusul Bungo (9,14 tahun dan 8,08 tahun), Merangin (8,93 tahun dan 7,99 tahun), Muaro Jambi (8,93 tahun dan 8,53 tahun), Sarolangun (8,92 tahun dan 8,29 tahun), Batang Hari (8,77 tahun dan 8,28 tahun), Tanjung Jabung Barat (8,72 tahun dan 8,26 tahun), serta Tebo (8,36 tahun dan 7,88 tahun).

Selain kesenjangan antardaerah, data tersebut juga menunjukkan adanya kesenjangan berdasarkan jenis kelamin. Di seluruh kabupaten dan kota, rata-rata lama sekolah laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan perempuan. Selisih terbesar terlihat di Kabupaten Kerinci, di mana laki-laki menempuh pendidikan rata-rata 9,45 tahun, sementara perempuan 8,13 tahun, atau berbeda lebih dari satu tahun.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa perempuan di sejumlah daerah masih menghadapi tantangan yang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan, baik karena faktor ekonomi keluarga, budaya, maupun akses terhadap fasilitas pendidikan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.bps.go.id/