JAMBI, bungopos.com — Hujan yang mengguyur Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi selama dua hari berturut-turut belum serta-merta menjamin kualitas udara kembali bersih. Data kualitas udara yang ditampilkan pada situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (1/11/2026) pukul 16.00 WIB menunjukkan kualitas udara Kota Jambi masih berada dalam kategori tidak sehat, dengan indeks sebesar 58,2 pada tampilan tersebut.
Sebaliknya, wilayah Muaro Jambi mencatat indeks 31,8 dan masuk kategori sedang. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara dapat bervariasi antarlokasi, meskipun wilayah-wilayah tersebut mengalami cuaca yang relatif serupa.
Data pada laman BMKG juga menampilkan indeks kualitas udara Tanjung Harapan sebesar 42,6, Banjarbaru 35,0, dan Semarang 32,4. Ketiga lokasi tersebut tercatat dalam kategori sedang pada saat pengamatan.
Kondisi di Kota Jambi menjadi perhatian karena hujan kerap diharapkan membantu membersihkan udara dengan membawa sebagian partikel pencemar turun ke permukaan. Namun, pengaruh hujan terhadap kualitas udara tidak selalu sama. Intensitas dan durasi hujan, sumber emisi, pergerakan angin, serta kondisi atmosfer turut menentukan seberapa cepat konsentrasi pencemar berkurang.
Karena itu, hujan yang turun selama dua hari tidak otomatis menghilangkan seluruh pencemaran udara. Jika sumber pencemar masih aktif atau kondisi atmosfer kurang mendukung penyebaran polutan, kualitas udara dapat tetap berada pada tingkat yang perlu diwaspadai.
Catatan penting: Angka 58,2 untuk Kota Jambi dan 31,8 untuk Muaro Jambi di atas ditulis berdasarkan tampilan BMKG yang Anda kirimkan. Sebelum angka tersebut dibandingkan dengan standar indeks kualitas udara tertentu, skala dan parameter yang digunakan pada laman BMKG perlu dipastikan agar interpretasinya tepat. (***)