LATIHAN : Persiapan tari massal dalam rangka HUT PGRI Kabupaten Bungo oleh siswa MTsN 7 Bungo

Tanah Tumbuh Bakal Jadi Pusat Perayaan HUT PGRI Bungo, Puluhan Siswa Disiapkan Memeriahkan Tari Massal

BUNGO, bungopos.com  — Pelestarian budaya daerah menjadi salah satu agenda yang diusung MTsN 7 Bungo dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2026. Madrasah tersebut mulai menyeleksi murid untuk dipersiapkan tampil dalam pertunjukan tari massal pada rangkaian kegiatan PGRI tingkat Kabupaten Bungo.

Kecamatan Tanah Tumbuh dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan dan perlombaan PGRI tingkat Kabupaten Bungo yang dijadwalkan berlangsung pada 17 November 2026. Agenda ini akan melibatkan satuan pendidikan dari sejumlah kecamatan, sekaligus menjadi ruang bagi para pendidik dan peserta didik untuk menunjukkan kreativitas serta potensi mereka.

Sebagai bagian dari dunia pendidikan di Kecamatan Tanah Tumbuh, MTsN 7 Bungo berencana berpartisipasi melalui pertunjukan tari daerah Jambi yang melibatkan puluhan murid perempuan. Penampilan tersebut diharapkan tidak hanya memeriahkan peringatan HUT PGRI, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Langkah persiapan dimulai pada Sabtu pagi, 31 Oktober 2026, melalui seleksi murid yang akan menjadi bagian dari tim tari massal. Proses ini dilakukan untuk menjaring peserta yang memiliki minat, bakat, dan kemampuan dasar dalam seni tari sebelum memasuki tahap latihan dan pembinaan.

Murid yang terpilih selanjutnya akan mengikuti latihan secara bertahap dengan pendampingan Koordinator Ekstrakurikuler Seni, Ahmad Mursalin dan Irma Yulia. Pembinaan akan difokuskan pada penguasaan gerakan, kekompakan, penghayatan, serta keselarasan penampilan agar pertunjukan dapat berlangsung harmonis.

Ahmad Mursalin mengatakan, keikutsertaan MTsN 7 Bungo merupakan bagian dari upaya madrasah memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan bakat sekaligus berkontribusi dalam pelestarian seni budaya daerah.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan keterlibatan puluhan murid perempuan dalam pertunjukan tersebut. Seleksi awal menjadi langkah penting untuk memastikan peserta yang terpilih dapat mengikuti proses latihan secara optimal.

Menurut Ahmad, persiapan ini tidak semata-mata ditujukan untuk menyukseskan acara seremonial. Kegiatan seni juga menjadi sarana pembelajaran yang dapat membangun kreativitas, kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri murid.

Melalui tari daerah, para peserta diharapkan semakin mengenal warisan budaya Jambi dan memiliki kebanggaan untuk melestarikannya. Keterlibatan mereka dalam kegiatan tingkat kabupaten juga memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman tampil di hadapan publik serta belajar bekerja dalam sebuah tim.

MTsN 7 Bungo berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lancar sehingga tim tari massal mampu menampilkan pertunjukan terbaik pada peringatan HUT PGRI tingkat Kabupaten Bungo 2026.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan peran madrasah dalam pendidikan yang lebih luas: bukan hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya bangsa.

Di tengah perubahan zaman, keterlibatan pelajar dalam seni tradisional menjadi pengingat bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika generasi muda diberi ruang untuk mengenal, mempelajari, dan menampilkannya. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn7bungo.mdrsh.id/