BUNGO, bungopos.com — Setelah beberapa waktu pembelajaran berlangsung dari rumah akibat kabut asap, kehidupan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo kembali berdenyut. Memasuki hari kedua pembelajaran tatap muka (PTM), Selasa (27/10/2026), para murid kembali memenuhi lingkungan madrasah. Sapaan hangat, wajah ceria, dan semangat untuk belajar menandai kembalinya rutinitas yang sempat terhenti.
Namun, kembalinya murid ke ruang kelas bukan sekadar pemulihan aktivitas belajar. Di MTsN 7 Bungo, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kebiasaan positif yang menjadi bagian dari budaya pendidikan madrasah, salah satunya literasi Al-Qur’an pada pagi hari sebelum pembelajaran dimulai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membangun kembali ritme belajar sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik. Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an dan mengulang hafalan atau murajaah, murid didorong untuk menumbuhkan kedisiplinan, menjaga hafalan, serta mempererat hubungan dengan kitab suci.
Guru Piket MTsN 7 Bungo, Awaludin Candra, menegaskan bahwa murajaah memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an para murid. Pengulangan secara rutin membantu ayat-ayat yang telah dipelajari tetap melekat dalam ingatan sekaligus meningkatkan ketepatan bacaan dan kelancaran hafalan.
“Ini menjadi kesempatan bagi murid untuk terus mengembangkan kemampuan tahfiz. Kegiatan murajaah atau mengulang hafalan sangat penting untuk menjaga hafalan yang telah dipelajari agar tetap kuat dalam ingatan, sekaligus membantu murid memperbaiki bacaan dan meningkatkan kelancaran hafalannya,” ujar Awaludin.
Kembalinya pembelajaran tatap muka juga membuka ruang bagi interaksi langsung antara murid dan guru yang selama pembelajaran jarak jauh tidak dapat berlangsung dengan leluasa. Para murid kembali membangun kebersamaan, menyesuaikan diri dengan rutinitas madrasah, dan mengikuti program pembinaan yang mendukung perkembangan akademik maupun karakter mereka.
Di tengah upaya memulihkan aktivitas pendidikan setelah gangguan kabut asap, MTsN 7 Bungo menunjukkan bahwa kembali ke sekolah bukan hanya tentang duduk di ruang kelas dan mengikuti pelajaran. Ada kebiasaan baik yang perlu dijaga, kedisiplinan yang perlu dibangun, serta nilai-nilai yang harus terus ditanamkan.
Pagi itu, langkah para murid yang kembali menyusuri koridor madrasah dan lantunan ayat suci yang mengawali kegiatan belajar menjadi gambaran sederhana tentang semangat untuk bangkit. Dari kebiasaan membaca dan mengulang hafalan Al-Qur’an, MTsN 7 Bungo berupaya memastikan bahwa pemulihan pendidikan berjalan seiring dengan penguatan karakter generasi muda. (***)