JUARA : Universitas Jambi (UNJA) menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih empat penghargaan dalam Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar

Mahasiswa UNJA Buktikan Inovasi Berdampak, Raih Empat Penghargaan Nasional

MAKASSAR, bungopos.com  — Universitas Jambi (UNJA) menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih empat penghargaan dalam Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Capaian ini mempertegas kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong keberlanjutan program pemberdayaan.

Prestasi tersebut diraih setelah tiga tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UNJA berhasil melaju ke ajang nasional. Empat penghargaan yang diraih meliputi Terbaik 4 kategori Perguruan Tinggi Paling Aktif, Terbaik 1 kategori Tim Pelaksana dengan Video Paling Kreatif, Terbaik 2 kategori Tim Pelaksana dengan Video Paling Inovatif, serta Terbaik 2 kategori Tim dengan Dampak dan Kontinuitas Program Paling Kuat yang diraih Lembaga Dakwah (LD) Ath-Thobib Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA.

Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 diselenggarakan pada 21–25 Oktober 2026 dengan melibatkan 120 tim dari 60 perguruan tinggi. Ajang yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ini menjadi ruang apresiasi bagi organisasi mahasiswa yang mengembangkan program pemberdayaan bersama masyarakat di desa dan kelurahan.

Di balik capaian UNJA, terdapat tiga tim mahasiswa yang membawa pendekatan berbeda dalam menjawab persoalan masyarakat. Ketiganya adalah IMATIKA FKIP melalui program LENTERA TANTAN, BEM UNJA dengan Pudak Resilient Village, serta LD Ath-Thobib FKIK melalui OPTIMALISASI MASLAHAT.

Tim IMATIKA FKIP mengembangkan LENTERA TANTAN di Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Program ini berfokus pada penguatan literasi masyarakat melalui empat Pojok Literasi Integratif yang mencakup literasi digital, numerasi, finansial, dan lingkungan.

Tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran dan pelatihan, tim juga mendampingi masyarakat mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Berdasarkan laporan akhir program, sejumlah produk berhasil dikembangkan, antara lain briket dari pelepah sawit, kerajinan berbahan lidi, dan produk olahan pangan.

Untuk menjaga keberlanjutan program setelah kegiatan mahasiswa berakhir, tim turut membentuk kader Pionir Tantan. Langkah ini diharapkan memastikan pengetahuan dan keterampilan yang telah dibangun tetap berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, BEM UNJA menghadirkan Pudak Resilient Village di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Program ini memadukan perlindungan ekosistem gambut, mitigasi banjir, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu pendekatan terpadu.

Kegiatannya mencakup pemasangan alat pemantau tinggi muka air berupa piezometer dan staff gauge, pengenalan pengolahan sekam padi menjadi biochar, serta edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan pascabanjir. Tim juga membentuk kelompok penggerak masyarakat untuk mendukung pemantauan lingkungan, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, melainkan bagian penting dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana di kawasan gambut.

Kontribusi lain datang dari LD Ath-Thobib FKIK UNJA melalui program OPTIMALISASI MASLAHAT di Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Program ini mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pencegahan stunting, peningkatan sanitasi, pengelolaan sampah organik, dan pembinaan kader masyarakat berbasis masjid.

Laporan akhir tim mencatat cakupan kegiatan meningkat dari enam menjadi 12 RT, sementara jumlah kader remaja bertambah dari 12 menjadi 24 orang. Pemantauan terhadap 110 rumah juga mencatat peningkatan angka bebas jentik dari 78 persen menjadi 98 persen.

Pada aspek pelayanan kesehatan, kegiatan CEKASIH dilaporkan menjangkau 401 peserta. Tim juga memperkuat kader masyarakat, membangun komitmen lintas sektor, dan membentuk kelompok budidaya maggot sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan lingkungan dan partisipasi warga.

Seluruh angka tersebut merupakan capaian yang dilaporkan oleh tim pelaksana dalam laporan akhir program.

Empat penghargaan yang diraih UNJA menunjukkan bahwa keberhasilan program kemahasiswaan tidak hanya dinilai dari kreativitas gagasan, tetapi juga dari kemampuan pelaksanaannya, relevansi dengan kebutuhan masyarakat, serta peluang keberlanjutan setelah pendampingan berakhir.

Melalui tiga program dengan fokus literasi dan ekonomi produktif, ketahanan lingkungan, serta kesehatan masyarakat, mahasiswa UNJA memperlihatkan bagaimana pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut terus dijalankan oleh masyarakat mitra sehingga manfaatnya tidak berhenti ketika program mahasiswa selesai. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.unja.ac.id/