RAPAT : Para peserta rapat persiapan MTQH tingkat Provinsi Jambi yang akan dibuka tanggal 1 November 2026 mendatang

629 Orang Terverifikasi Bakal Bersaing di MTQH Tingkat Provinsi Jambi, Kota Jambi Pacu Persiapan Jelang Pembukaan 1 November

JAMBI, bungopos.com  — Kota Jambi terus mematangkan persiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi 2026. Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten/kota telah terverifikasi melalui sistem pendaftaran elektronik e-MTQ, menandai semakin dekatnya pelaksanaan ajang keagamaan terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Kesiapan penyelenggaraan dibahas dalam technical meeting dan rapat koordinasi di Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Senin (26/10/2026). Pemerintah Kota Jambi menargetkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal, mulai 30 Oktober hingga 8 November 2026, dengan pembukaan resmi pada malam 1 November.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menyampaikan bahwa kesiapan fisik dan teknis di lapangan telah mencapai hampir 90 persen. Capaian tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan pelaksanaan MTQH berlangsung tertib, lancar, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh kafilah.

Namun, MTQH tidak hanya menjadi panggung untuk menguji kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an serta hadis. Perhelatan ini juga membuka peluang untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Panitia telah menyiapkan ruang khusus bagi UMKM agar momentum kedatangan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan keagamaan ini diharapkan turut mendorong aktivitas perdagangan, memperluas pasar usaha lokal, dan menghidupkan perekonomian Kota Jambi.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., serta jajaran kepala daerah dan perwakilan kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Dengan persiapan yang mendekati tahap akhir, Kota Jambi kini memasuki fase krusial menjelang pembukaan. Tantangannya bukan semata memastikan seluruh agenda terlaksana, melainkan menghadirkan penyelenggaraan yang profesional, memperkuat syiar Islam, dan meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.

MTQH ke-55 diharapkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi keagamaan: sebuah ruang untuk mempererat persaudaraan antardaerah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan hadis, sekaligus membuktikan bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://man3bungo.mdrsh.id/