Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto (tengah)

Debit Menyusut dan Air Keruh, PDAM Tirta Mayang Prioritaskan Kualitas Air Bersih

JAMBI, BungoPos.com - Musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi mulai memengaruhi pelayanan air bersih Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi. Selain debit air baku Sungai Batanghari yang terus menyusut, tingginya tingkat kekeruhan sungai menjadi tantangan besar bagi perusahaan daerah tersebut dalam menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, menjelaskan instalasi pengolahan air milik PDAM hanya mampu mengolah air baku dengan tingkat kekeruhan berkisar 250 hingga 300 NTU. Sementara berdasarkan hasil pemantauan, tingkat kekeruhan Sungai Batanghari saat ini mencapai sekitar 1.500 NTU atau lima kali lipat di atas kapasitas pengolahan instalasi.

"Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Kalau dipaksakan diproduksi, kualitas air tidak akan memenuhi standar. Secara teknis, airnya belum matang," ujar Arianto, Selasa, (4/8).

Untuk menjaga mutu air bersih yang disalurkan kepada masyarakat, PDAM memilih mengurangi kapasitas produksi. Rata-rata pengurangan debit mencapai 10 persen dan tidak pernah melebihi 20 persen dari produksi normal.

Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya jam layanan di sejumlah wilayah. Pelanggan yang biasanya menerima aliran air selama enam hingga delapan jam kini harus menerima pasokan dengan durasi yang lebih singkat.

Sejak sepekan terakhir, sedikitnya 5.350 sambungan rumah (SR) terdampak penurunan pelayanan. Wilayah yang mengalami gangguan meliputi Kecamatan Paal Merah, Kota Baru, Jelutung, Alam Barajo, Danau Sipin, dan Telanaipura.

Mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Perumda Tirta Mayang mengaktifkan Tim Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan untuk melayani distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis. Dalam sehari, tim mampu melakukan 18 hingga 30 kali pengiriman air ke kawasan yang mengalami gangguan.

Di sisi lain, perusahaan juga mempercepat langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau. Sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya menyiapkan pompa fleksibel dan memasang pipa tambahan pada intake guna mengoptimalkan pengambilan air baku dari Sungai Batanghari.

Arianto menegaskan, tingginya kekeruhan air tidak membuat PDAM menambah dosis bahan kimia secara berlebihan. Penggunaan bahan kimia tetap mengikuti standar operasional agar kualitas air yang diproduksi tetap aman bagi pelanggan.

"Kami tidak bisa memaksakan penambahan bahan kimia. Yang kami utamakan adalah kualitas air tetap sesuai standar, meski konsekuensinya kapasitas produksi harus dikurangi," tegasnya.

Perumda Tirta Mayang mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan pasokan air untuk segera melapor melalui kanal pengaduan resmi agar dapat dilayani oleh tim distribusi air tangki selama musim kemarau berlangsung. (*)

Penulis: Hafiz
Editor: Linnaliska
Sumber: Jambi Ekspres