Peninjauan progres pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Senin (3/8/2026).

Edi Purwanto Tinjau Proyek Strategis Kolam Retensi Telaga Kajang Lako, Reduksi Banjir Ditargetkan Capai 62 Persen

JAMBI, BungoPos.com – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI, Dr. Edi Purwanto, S.H.I., M.Si., meninjau progres pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Senin (3/8/2026).

Pembangunan kolam retensi seluas sekitar 8,9 hektare tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional dalam upaya pengendalian banjir di Kota Jambi. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir hingga sekitar 62 persen, khususnya pada kawasan Sistem Sungai Asam yang selama ini menjadi wilayah langganan genangan saat intensitas hujan tinggi.

Dalam peninjauan tersebut, Edi Purwanto menegaskan bahwa pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Jambi dalam menyelesaikan persoalan banjir secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurutnya, strategi penanganan banjir kini difokuskan pada kawasan-kawasan prioritas yang memiliki tingkat kerawanan tinggi agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

"Kalau dulu kita memiliki konsep Jambi Flood Control, sekarang kita fokus menyelesaikan beberapa titik prioritas terlebih dahulu. Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan Kota Jambi dapat terbebas dari banjir," ujar Edi.

Ia mengapresiasi progres pembangunan yang dinilai berjalan sesuai rencana. Berdasarkan komitmen Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, pembangunan fisik Kolam Retensi Telaga Kajang Lako ditargetkan rampung pada 20 September 2026.

"Hari ini kita melihat progresnya sangat baik. Insya Allah tanggal 20 September pekerjaan fisik selesai sesuai komitmen Kepala Balai," katanya.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, Edi berharap kawasan tersebut nantinya dikembangkan menjadi ruang publik yang representatif dengan berbagai fasilitas penunjang seperti jogging track, ruang terbuka hijau, kawasan kuliner, hingga tempat berkumpul masyarakat.

Ia bahkan mengusulkan adanya inovasi dengan menghadirkan ekosistem perairan melalui penebaran ikan dalam jumlah besar sehingga kolam retensi memiliki daya tarik wisata edukatif sekaligus menjadi ikon baru Kota Jambi.

"Harus ada inovasi. Kalau nanti ada ratusan ribu ikan besar yang dipelihara tanpa dipancing, tentu masyarakat akan datang. Kolam retensi ini tidak hanya menjadi pengendali banjir, tetapi juga ruang rekreasi dan edukasi," ungkapnya.

Edi juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jambi atas komunikasi yang aktif dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan pembangunan Kota Jambi kepada pemerintah pusat.

"Pak Wali sangat aktif berkomunikasi. Banyak pekerjaan rumah pembangunan yang terus beliau perjuangkan. Semangat seperti inilah yang dibutuhkan agar pembangunan Kota Jambi terus berjalan," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan penghargaan kepada Anggota Komisi V DPR RI atas dukungan dan komitmennya dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis di Kota Jambi.

Menurutnya, pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi.

"Di awal tahun 2025 pembangunan kolam retensi seluas hampir sembilan hektare ini masih terasa seperti mimpi. Namun berkat dukungan Pak Edi bersama Komisi V DPR RI, kini pembangunan berjalan dengan sangat baik," ujar Maulana.

Ia menjelaskan, pembiayaan pembebasan lahan dilakukan secara kolaboratif, dengan kontribusi Pemerintah Kota Jambi sebesar Rp5 miliar, Pemerintah Provinsi Jambi Rp25 miliar, dan pemerintah pusat Rp45 miliar. Hingga kini, dua tahap pembebasan lahan telah berhasil diselesaikan sehingga pembangunan dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.

Maulana optimistis pembangunan fisik akan selesai sesuai target pada September mendatang. Setelah itu, Pemerintah Kota Jambi akan melanjutkan penataan kawasan melalui pembangunan fasilitas pendukung, seperti lampu penerangan, lampu dekoratif di jembatan, penghijauan, hingga ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

"Begitu pembangunan fisik selesai, Pemerintah Kota akan langsung melakukan penataan kawasan agar kolam retensi ini menjadi ruang publik yang indah, aman, dan nyaman untuk masyarakat," katanya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako bukanlah satu-satunya langkah pengendalian banjir. Pemerintah Kota Jambi terus memperjuangkan pembangunan dua kawasan prioritas lainnya, yakni kawasan Kembar Lestari dalam Sistem Kenali dan kawasan Mayang.

"Kami terus memohon dukungan Komisi V DPR RI agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di kawasan lainnya juga dapat segera direalisasikan sehingga target Kota Jambi bebas banjir dapat tercapai," ujarnya.

Maulana menjelaskan, keberadaan kolam retensi nantinya akan menampung aliran air dari kawasan Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, hingga Kalimati dan Widuri yang selama ini menjadi daerah rawan banjir.

"Insya Allah setelah kolam retensi ini berfungsi penuh, penanganan banjir hingga sekitar 62 persen dapat diwujudkan sehingga masyarakat semakin terlindungi dari risiko kerugian akibat banjir," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan Komisi V DPR RI selama ini tidak hanya pada pembangunan kolam retensi, tetapi juga berbagai proyek strategis lainnya, mulai dari peningkatan akses jalan, pembangunan jembatan, turap, hingga pengembangan infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi Kota Jambi.

Sementara itu, Plt. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, Ferdinanto, menyampaikan bahwa progres pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako kini telah mencapai hampir 65 persen.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi dan Komisi V DPR RI yang dinilai sangat membantu dalam penyelesaian pembebasan lahan maupun berbagai kendala teknis di lapangan.

"Tanpa dukungan pembebasan lahan dari Pemerintah Kota Jambi, pekerjaan ini tidak mungkin berjalan secepat sekarang. Alhamdulillah saat ini progres sudah hampir 65 persen dan kami optimistis selesai pada September," katanya.

Menurut Ferdinanto, pekerjaan yang tersisa saat ini meliputi penyelesaian konstruksi, pemasangan sejumlah komponen bangunan, serta pekerjaan penggalian akhir. Seluruh persoalan sosial maupun teknis, termasuk pemindahan jaringan utilitas, telah terselesaikan melalui koordinasi yang baik antara BWS Sumatera VI, Pemerintah Kota Jambi, dan seluruh pihak terkait.

Pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan banjir yang selama ini dihadapi masyarakat.

Selain memperkuat sistem pengendalian banjir, kawasan ini juga diproyeksikan berkembang menjadi ruang publik baru yang mendukung aktivitas olahraga, rekreasi, interaksi sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, sejalan dengan visi mewujudkan Kota Jambi BAHAGIA (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera).(*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska