JAMBI, bungopos.com - Ribuan harapan dan cita-cita masa depan berkumpul di kampus Universitas Jambi (UNJA) pada Selasa (17/6/2026). Sebanyak 3.560 calon mahasiswa mengikuti hari pertama Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) 2026, jalur seleksi terakhir menuju perguruan tinggi negeri setelah SNBP dan SNBT.
Pelaksanaan ujian yang berlangsung di Kampus UNJA Mendalo, Buluran, dan Telanaipura tersebut dipantau langsung oleh Rektor UNJA, Prof. Dr. Hafrida, bersama jajaran pimpinan universitas guna memastikan seluruh proses berjalan lancar dan memberikan pelayanan terbaik bagi peserta.
Sejak pagi hari, suasana kampus dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Para peserta datang dari berbagai daerah dengan satu tujuan yang sama: mengamankan kursi di perguruan tinggi negeri impian mereka dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Prof. Dr. Hafrida menjelaskan bahwa SMM PTN-Barat merupakan jalur seleksi yang diselenggarakan oleh konsorsium 27 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Wilayah Barat Indonesia, termasuk Universitas Jambi. Jalur ini menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di PTN pada tahun akademik 2026.
"Hari ini kita melaksanakan hari pertama ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SMM PTN-Barat. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan pada sesi pertama berjalan dengan baik. Mudah-mudahan hingga hari terakhir seluruh proses seleksi dapat terlaksana dengan lancar dan seluruh kebutuhan peserta dapat terfasilitasi dengan baik," ujarnya.
UNJA sendiri telah melakukan berbagai persiapan matang, mulai dari fasilitas ruang ujian, sistem pelaksanaan tes, hingga layanan pendukung bagi peserta. Semua itu dilakukan untuk memastikan setiap peserta dapat mengikuti ujian dalam kondisi nyaman dan optimal.
Yang menarik, pelaksanaan SMM PTN-Barat tahun ini juga menunjukkan komitmen kuat UNJA terhadap pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Dari total 3.560 peserta, terdapat empat peserta penyandang disabilitas yang turut mengikuti seleksi.
Mereka terdiri dari satu peserta tuna netra dan tiga peserta tuna rungu. Untuk mendukung kebutuhan khusus tersebut, UNJA menyediakan fasilitas dan layanan pendampingan yang disesuaikan agar seluruh peserta memperoleh kesempatan yang setara dalam mengikuti seleksi.
"Khusus peserta tuna netra akan mengikuti ujian di laboratorium tersendiri dengan pendamping yang telah disiapkan untuk membantu selama proses ujian," jelas Prof. Hafrida.
Langkah ini menjadi bukti bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus terbuka bagi siapa saja tanpa terkecuali. Di balik keterbatasan fisik, para peserta disabilitas tersebut hadir membawa semangat yang sama besar dengan peserta lainnya: mengejar mimpi melalui pendidikan.
Pelaksanaan SMM PTN-Barat di Universitas Jambi akan berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026. Selama periode tersebut, ribuan peserta akan berjuang menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar perguruan tinggi negeri.
Prof. Hafrida berharap seluruh rangkaian seleksi dapat berlangsung tanpa hambatan yang dapat merugikan peserta.
"Harapan kami tentu Universitas Jambi bisa menyelenggarakan seleksi ini dengan baik dan lancar, tanpa kendala yang berarti. Jangan sampai ada hambatan yang dapat merugikan peserta, sehingga seluruh proses berjalan optimal dan para peserta dapat meraih kesuksesan di masa depan," katanya.
Melalui jalur SMM PTN-Barat, Universitas Jambi berkomitmen menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dedikasi, integritas, dan semangat untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Di tengah persaingan yang ketat, setiap ruang ujian hari itu menjadi saksi perjuangan ribuan anak muda yang sedang mengetuk pintu masa depan. Sebab bagi mereka, lembar soal yang dikerjakan bukan sekadar ujian masuk perguruan tinggi, melainkan langkah awal menuju cita-cita besar yang ingin diwujudkan.
Dan di Kampus UNJA hari itu, ribuan mimpi sedang diperjuangkan dengan penuh harapan. (***)