BUNGO, bungopos.com — Kabar baik datang bagi para murid MTs Negeri 7 Bungo. Setelah sempat terhenti akibat kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama kabut asap melanda Kabupaten Bungo, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya kembali dinikmati para siswa pada Senin (2/11/2026).
Kembalinya program tersebut disambut dengan antusias dan kebahagiaan oleh para murid. Setelah kembali menjalani pembelajaran tatap muka di madrasah, mereka kini dapat menikmati layanan makanan bergizi yang sebelumnya tidak disalurkan selama kegiatan belajar berlangsung dari rumah.
Bagi para siswa, kehadiran kembali MBG bukan sekadar mendapatkan makanan gratis. Program ini juga menjadi bagian penting dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak usia sekolah agar mereka dapat belajar dengan lebih sehat, aktif, dan bersemangat.
Salah seorang murid MTsN 7 Bungo mengungkapkan kegembiraannya karena program tersebut kembali berjalan setelah sempat terhenti.
"Alhamdulillah, hari ini kami bisa menikmati kembali Makan Bergizi Gratis setelah sekian lama tidak menerima MBG karena kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Tentu kami merasa senang dan bahagia karena program ini kembali hadir di madrasah," ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik, mendukung kesehatan, serta menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kecukupan gizi memiliki hubungan erat dengan kesiapan anak dalam mengikuti pembelajaran. Asupan makanan yang baik dapat membantu menjaga energi, mendukung konsentrasi, dan menunjang aktivitas siswa sepanjang hari di sekolah.
Karena itu, keberlanjutan program MBG menjadi salah satu perhatian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan peserta didik.
MTsN 7 Bungo menyambut positif kembali berjalannya program tersebut. Pihak madrasah berharap penyaluran MBG dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh murid.
Kembalinya MBG di tengah aktivitas belajar tatap muka juga menjadi pengingat bahwa pendidikan berkualitas tidak cukup hanya dibangun melalui ruang kelas dan buku pelajaran. Kesehatan, kecukupan gizi, dan kesejahteraan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan pendidikan. (***)