JAKARTA, bungopos.com — Kabar wafatnya H. Fathan Subchi, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) sekaligus Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PMII. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, PB IKA PMII menginstruksikan seluruh pengurus wilayah dan pengurus cabang di Indonesia untuk menyelenggarakan shalat gaib dan tahlil bersama bagi almarhum.
Instruksi tersebut tertuang dalam surat bernomor 321/SEKJEND/PB IKA-PMII/X/2026, yang diterbitkan di Jakarta pada 24 Oktober 2026 dan ditandatangani Sekretaris Jenderal PB IKA PMII, Muhamad Nur Purnamasidi.
Melalui surat itu, PB IKA PMII mengajak seluruh jajaran organisasi untuk bersatu dalam doa, sebagai ungkapan takzim, penghormatan, dan belasungkawa atas kepergian sosok yang selama ini dipercaya memimpin organisasi alumni PMII di tingkat nasional.
“Menindaklanjuti kabar duka atas berpulangnya ke rahmatullah pemimpin kita tercinta, Sahabat Fathan Subchi (Ketua Umum PB IKA PMII), maka sebagai wujud penghormatan, takzim, dan rasa duka yang mendalam, Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) dengan ini menginstruksikan kepada seluruh jajaran PW IKA PMII dan PC IKA PMII se-Indonesia untuk menyelenggarakan shalat gaib dan tahlil bersama untuk almarhum di wilayah masing-masing,” demikian bunyi surat tersebut.
Shalat Gaib dan Tahlil Digelar di Berbagai DaerahPB IKA PMII meminta seluruh pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) melaksanakan instruksi tersebut sesegera mungkin, dengan menyesuaikan kondisi serta kesiapan masing-masing daerah.
Kegiatan dapat dipusatkan di kantor sekretariat PW atau PC IKA PMII, pesantren, masjid, maupun tempat lain yang dinilai representatif untuk pelaksanaan ibadah bersama.
PB IKA PMII juga berharap kegiatan tersebut melibatkan seluruh unsur keluarga besar organisasi, mulai dari jajaran pengurus, kader senior, alumni, hingga kader PMII yang masih aktif di berbagai daerah.
Seruan ini menjadi upaya menghimpun solidaritas spiritual keluarga besar PMII di tengah suasana duka. Melalui shalat gaib dan tahlil, para alumni dan kader diharapkan dapat bersama-sama mendoakan almarhum sekaligus mengenang pengabdian serta perjalanan kepemimpinannya.
Fathan Subchi Meninggal Dunia di RusiaSebelumnya, kabar wafatnya Fathan Subchi dikonfirmasi oleh salah seorang pengurus PB PMII, Lily Awanda Faidatin. Ia menyampaikan bahwa Fathan meninggal dunia di Rusia setelah mengalami sakit.
“Info terakhir beliau meninggal di Rusia. Karena sakit,” kata Lily.
Fathan Subchi lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 11 Februari 1970. Perjalanan pendidikannya dimulai dari MI Miftahul Falah Betahwalang, MTs Sunan Kalijaga Bonang, dan PGA Salatiga. Ia kemudian meraih gelar sarjana dari Institut Agama Islam Al-Aqidah pada 2001.
Kepergiannya meninggalkan jejak pengabdian di sejumlah bidang, mulai dari organisasi kemahasiswaan dan alumni, politik, hingga pemeriksaan pengelolaan keuangan negara.
Dari Aktivis PMII hingga Pimpinan BPK RIDi dunia politik, Fathan dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II, yang meliputi Kudus, Jepara, dan Demak, selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Selama menjalankan tugas di parlemen, ia pernah menjadi anggota Komisi XI, Wakil Ketua Komisi XI, serta Sekretaris Fraksi PKB DPR RI.
Kariernya berlanjut di lembaga pemeriksa keuangan negara. Pada 17 Oktober 2024, Fathan dilantik sebagai Anggota VI BPK RI untuk masa jabatan 2024–2029.
Dalam kapasitas tersebut, ia mengemban tanggung jawab pemeriksaan pengelolaan keuangan negara pada sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BPJS Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Lingkup tugasnya juga mencakup pemeriksaan keuangan daerah di sejumlah wilayah, meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Menapaki Kepemimpinan dari Akar PergerakanDi lingkungan PMII, Fathan membangun perjalanan organisasinya sejak usia muda. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PC PMII DKI Jakarta periode 1995–1996, kemudian menjadi Ketua PB PMII periode 1997–1998.
Pengabdiannya berlanjut di organisasi alumni. Ia dipercaya memimpin PW IKA PMII DKI Jakarta periode 2019–2024 sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PB IKA PMII untuk periode 2025–2030.
Selain aktif di PMII, Fathan juga pernah menjadi anggota Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2005–2009. Ia turut berkiprah di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama dan pernah menjabat sebagai Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI pada 2013–2014.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan perjalanan panjang seorang aktivis pergerakan yang kemudian menempati sejumlah posisi strategis di bidang politik, organisasi keagamaan, dan tata kelola keuangan negara.
Doa Bersama untuk Mengiringi KepergianMelalui instruksi resmi tersebut, PB IKA PMII berharap seluruh keluarga besar organisasi di Indonesia dapat melaksanakan shalat gaib dan tahlil dengan khidmat serta penuh tanggung jawab.
Di tengah kehilangan seorang pemimpin, seruan ini juga menjadi momentum bagi para alumni dan kader untuk memperkuat ikatan persaudaraan yang telah tumbuh melalui perjalanan panjang pergerakan mahasiswa Islam.
Bagi keluarga besar PMII, kepergian Fathan Subchi bukan sekadar kehilangan seorang ketua umum, tetapi juga berpulangnya sosok yang pernah mengabdikan diri dalam berbagai ruang pengabdian publik.
Kini, doa menjadi bentuk penghormatan yang menyatukan keluarga besar organisasi tersebut, dari pusat hingga daerah, untuk mengiringi kepergian almarhum.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (***)