BAKAL DISURVEI : Penerapan kurikulum cinta pada madrasah se Provinsi Jambi

Kurikulum Berbasis Cinta Diuji! Madrasah di Jambi Bersiap, Ini Jadwal Surveinya

MUARA BUNGO, bungopos.com — Kementerian Agama Republik Indonesia mendorong seluruh madrasah untuk berpartisipasi aktif dalam Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Survei ini menjadi bagian dari upaya memetakan pelaksanaan kurikulum yang menempatkan nilai-nilai cinta, kemanusiaan, dan pembentukan karakter sebagai elemen penting dalam pendidikan madrasah.

Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui platform SAHABAT KBC, yang dapat diakses menggunakan akun Single Sign-On (SSO) EMIS. Data yang terkumpul diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memahami sejauh mana Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan dalam kegiatan pendidikan di madrasah.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, Provinsi Jambi masuk dalam Batch 3, dengan pelaksanaan survei pada 20–22 Oktober 2026. Karena itu, madrasah di seluruh wilayah Jambi diharapkan mempersiapkan kebutuhan administrasi dan memastikan responden yang terpilih dapat mengikuti survei sesuai jadwal.

Sasaran survei mencakup operator madrasah, guru, dan murid. Operator bertugas mendukung proses pendataan serta pengelolaan akun responden. Sementara itu, responden guru dan murid masing-masing ditetapkan sebanyak 5 persen dari populasi di madrasah, dengan pemilihan sampel mengikuti mekanisme dan ketentuan pendataan yang berlaku.

Pelaksanaan survei dilakukan melalui beberapa tahapan. Admin madrasah terlebih dahulu menarik data responden melalui aplikasi SAHABAT KBC. Sistem kemudian membuat akun bagi responden terpilih, yang selanjutnya dibagikan secara pribadi kepada masing-masing peserta untuk menjaga ketepatan akses.

Setelah menerima akun, responden diminta mengisi survei sesuai jadwal dan memastikan seluruh jawaban telah dikirimkan. Proses pengisian baru dapat dianggap tuntas setelah responden memperoleh bukti bahwa jawaban berhasil dikirim melalui sistem.

Kesiapan operator, ketepatan data, dan partisipasi responden menjadi faktor penting agar survei berjalan lancar. Madrasah juga perlu memastikan distribusi akun dilakukan dengan baik sehingga tidak ada responden terpilih yang terkendala saat mengakses platform.

Lebih dari sekadar pendataan administratif, survei ini diharapkan memberikan gambaran mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Hasilnya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperkuat pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, penghargaan terhadap sesama, dan lingkungan belajar yang humanis.

Madrasah di Provinsi Jambi diimbau untuk memanfaatkan waktu persiapan secara optimal dan memastikan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai ketentuan. Partisipasi aktif responden terpilih akan membantu menyediakan data yang akurat sebagai dasar evaluasi implementasi KBC. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://man1bungo.mdrsh.id/