JAMBI, BungoPos.com – Pemerintah Kota Jambi mengusulkan pengunduran jadwal pelaksanaan Healthy Cities Summit (HCS) 2026 menyusul kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Jambi.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan usulan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi kesiapan HCS bersama Gubernur Jambi, Al Haris, dan lintas sektor. Sabtu, (10/10) Sebelumnya, kegiatan nasional yang mempertemukan kabupaten dan kota sehat se-Indonesia itu dijadwalkan berlangsung pada 25–28 Oktober 2026.
Maulana menjelaskan, berdasarkan laporan BMKG yang dibahas dalam rapat, hujan diperkirakan baru turun sekitar 30 Oktober. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk menggeser pelaksanaan kegiatan agar kualitas udara di Jambi diharapkan membaik.
“Berkaitan dengan waktu inilah yang segera kami kirimkan surat ke pusat untuk pengunduran, mudah-mudahan disetujui,” ujar Maulana.
Ia menyebutkan, jadwal alternatif yang disiapkan yakni 23–24 November 2026 untuk kegiatan inti, dengan kedatangan para tamu direncanakan pada 22 November. Namun, perubahan jadwal tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
Menurut Maulana, pelaksanaan HCS membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah dan instansi terkait. Terlebih, kegiatan tersebut direncanakan dihadiri sejumlah pejabat nasional, termasuk para menteri dan Presiden RI.
Maulana menegaskan, HCS diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Jambi.
“Kami berharap bahwa event ini bukan hanya seremonial, tetapi bagi kami Pemerintah Kota Jambi, infrastrukturnya akan diperbaiki semua,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi tujuan kunjungan delegasi di antaranya Telaga Kajang Lako, fasilitas pengelolaan sampah di Sijinjang, serta Candi Muaro Jambi.
Persiapan tersebut juga diharapkan mendorong perbaikan infrastruktur di sejumlah ruas jalan yang akan dilalui para tamu. Selain itu, kedatangan peserta dari berbagai daerah diperkirakan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner, penginapan, dan oleh-oleh.
“Dengan banyaknya tamu ada pergerakan ekonomi, mereka butuh makan, butuh oleh-oleh, ribuan tamu itu memberikan dampak ekonomi,” ujar Maulana.
Ia berharap dukungan seluruh pihak dapat membantu menyukseskan HCS 2026 sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kota Jambi. (*)