DIPERPANJANG : Belajar daring di kabupaten Bungo

Kabut Asap Menyelimuti Bungo, Pembelajaran Daring Diperpanjang hingga 10 Oktober

MUARA BUNGO, bungopos.com — Kabut asap kembali menjadi ancaman bagi aktivitas masyarakat di Kabupaten Bungo. Dampaknya kini merambah ruang pendidikan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bungo memperpanjang pelaksanaan pembelajaran secara daring mulai 8 hingga 10 Oktober 2026, sebagai langkah preventif untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Keputusan tersebut membuat ruang-ruang kelas MAN 2 Bungo untuk sementara kehilangan aktivitas belajar tatap muka. Para siswa tidak hadir secara fisik di madrasah, tetapi proses pendidikan tetap berjalan dari rumah melalui pembelajaran daring sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kebijakan ini memperlihatkan bahwa dalam situasi kualitas udara yang kurang baik, keberlangsungan pendidikan tidak harus berhenti. Format pembelajaran yang berubah menjadi daring menjadi jembatan agar kegiatan akademik tetap berlangsung, sementara paparan kabut asap terhadap peserta didik dapat diminimalkan.

Berbeda dengan siswa, guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Bungo tetap hadir di madrasah dan menjalankan tugas masing-masing. Guru memastikan pembelajaran daring tetap berjalan, sementara tenaga kependidikan mempertahankan fungsi administrasi dan pelayanan madrasah.

Di tengah kondisi tersebut, disiplin siswa menjadi faktor penting. MAN 2 Bungo mengingatkan seluruh peserta didik agar tetap mengikuti pembelajaran daring sesuai jadwal, menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar rumah, serta mencermati setiap informasi dan arahan resmi yang disampaikan pihak madrasah.

Perpanjangan pembelajaran daring bukan berarti roda pendidikan berhenti. Justru sebaliknya, madrasah berupaya menjaga agar proses belajar tetap bergerak ketika kondisi lingkungan belum sepenuhnya mendukung pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran langsung di kelas akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinilai memungkinkan, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di Kabupaten Bungo serta kebijakan resmi yang berlaku.

Bagi MAN 2 Bungo, situasi ini menghadirkan dua tanggung jawab yang harus berjalan beriringan: menjaga pendidikan tetap hidup dan memastikan keselamatan peserta didik tidak dikorbankan.

Sebab, dalam kondisi darurat lingkungan, sekolah bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik. Sekolah juga menjadi ruang untuk memastikan generasi muda tetap terlindungi ketika keadaan di luar kelas sedang tidak bersahabat. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://man2bungo.mdrsh.id/