KERJASAMA : Balai POM dan UMMUBA

Mahasiswa UMMUBA Tak Lagi Hanya Belajar di Kelas, Balai POM Bungo Buka Jalan ke Dunia Kerja Nyata

MUARA BUNGO, bungopos.com — Kampus dan lembaga pemerintah mulai memperluas ruang kolaborasi untuk membawa proses pembelajaran mahasiswa lebih dekat dengan realitas di lapangan. Langkah itu terlihat dalam pertemuan antara Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA) dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Bungo.

Pertemuan yang berlangsung di Kampus 1 UMMUBA tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Kedua institusi memanfaatkannya untuk membuka pembicaraan mengenai peluang kerja sama kelembagaan yang dapat dikembangkan dalam waktu mendatang.

Wakil Rektor I UMMUBA, Dr. Nurlev Avana, M.Pd., Wakil Rektor II UMMUBA, Puput Wahyu Hidayat, M.Pd., dan Kepala Balai POM di Bungo, Pernanda Sapryanoki, S.Farm., Apt., hadir dalam pertemuan tersebut.

Salah satu gagasan utama yang mengemuka adalah rencana penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung kerja sama kedua institusi. Namun, kolaborasi yang dibicarakan tidak berhenti pada hubungan administratif antarlembaga.

Mahasiswa justru ditempatkan sebagai salah satu pihak yang diharapkan memperoleh manfaat paling nyata.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa UMMUBA berpeluang terlibat dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan praktik lapangan di lingkungan Balai POM di Bungo. Skema ini diharapkan menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku dan ruang kelas, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung bagaimana pengawasan obat dan makanan dilakukan, bagaimana pelayanan publik berjalan, serta bagaimana edukasi kepada masyarakat dibangun.

Wakil Rektor I UMMUBA, Dr. Nurlev Avana, menyambut positif penjajakan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini merupakan titik awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.

“Kami menyambut baik silaturahmi dari Balai POM di Bungo. Ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk membangun kerja sama yang lebih konkret ke depan. Kami berharap rencana MoU nantinya dapat membuka ruang bagi mahasiswa UMMUBA untuk mengikuti KKN maupun praktik lapangan, sehingga mereka mendapatkan pengalaman langsung sekaligus dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Dr. Nurlev Avana.

Ia menilai keterlibatan lembaga pemerintah dan mitra strategis dalam proses pendidikan merupakan bagian penting dari upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar lingkungan kampus.

Dari sisi Balai POM di Bungo, peluang kolaborasi tersebut juga mendapat respons positif. Kepala Balai POM di Bungo, Pernanda Sapryanoki, S.Farm., Apt., mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai keamanan obat dan makanan.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan UMMUBA. Kami melihat ada banyak potensi yang dapat dikolaborasikan, khususnya dalam kegiatan edukasi kepada masyarakat, KKN, maupun praktik lapangan mahasiswa,” kata Pernanda.

Menurutnya, komunikasi yang telah terbangun diharapkan dapat dilanjutkan melalui pembahasan teknis hingga menghasilkan bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Pertemuan UMMUBA dan Balai POM di Bungo pada akhirnya bukan sekadar tentang rencana menandatangani sebuah MoU. Lebih jauh, penjajakan ini memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dapat membangun ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka.

Jika terealisasi, kerja sama tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa UMMUBA untuk belajar langsung dari dunia kerja, memahami pelayanan publik, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan obat dan makanan.

Bagi kedua institusi, langkah berikutnya adalah memastikan gagasan yang telah dibicarakan tidak berhenti di meja pertemuan, tetapi diterjemahkan menjadi program kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://ummuba.ac.id/