JUARA : MAN 1 Bungo bertekad mendapat juara di OMI tingkat Provinsi Jambi

Kabut Asap Tak Padamkan Ambisi MAN 1 Bungo Tembus OMI Jambi

BUNGO, bungopos.com — Kabut asap yang masih menyelimuti Kabupaten Bungo memaksa proses pembelajaran berlangsung dari rumah. Namun, kondisi tersebut tak cukup kuat untuk memadamkan ambisi siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bungo mengejar prestasi di tingkat Provinsi Jambi.

Di tengah keterbatasan ruang belajar, para peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 justru terus mematangkan persiapan. Sabtu (5/10/2026), peserta OMI bidang Ekonomi dan Biologi mengikuti simulasi secara daring dari rumah masing-masing.

Simulasi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Jambi, yang akan mempertemukan siswa-siswa terbaik dari berbagai kabupaten dan kota.

Untuk bidang Ekonomi, tiga siswa—Yulanda, Syabrina Dwy A., dan Athaya Adinda A.—turut ambil bagian. Ketiganya sebelumnya berhasil lolos dari seleksi tingkat kabupaten.

Sementara di bidang Biologi, Najwa Majdina I. dan Hanin Riska juga menunjukkan kesiapan mereka setelah berhasil mengamankan tiket menuju kompetisi tingkat provinsi.

Meski hanya berhadapan dengan layar komputer atau gawai dari rumah, keseriusan para peserta tak berbeda dengan latihan tatap muka. Mereka mengerjakan soal-soal simulasi untuk menguji penguasaan materi, mengasah ketepatan menjawab, sekaligus mengukur kesiapan mental menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

Bagi MAN 1 Bungo, kondisi kabut asap bukan alasan untuk menghentikan pembinaan prestasi. Teknologi dimanfaatkan sebagai jembatan agar proses latihan tetap berjalan ketika pembelajaran tatap muka harus dihentikan sementara.

“Semangat para peserta sangat luar biasa. Walaupun belajar dari rumah akibat kabut asap, mereka tetap disiplin mengikuti simulasi dan terus berusaha meningkatkan kemampuan masing-masing,” ujar salah satu guru pembimbing.

Kepala MAN 1 Bungo, Abi Dony Afrian, mengapresiasi kegigihan para peserta yang tetap menjaga semangat belajar di tengah situasi yang tidak ideal.

Ia berharap kerja keras selama masa persiapan dapat berbuah hasil maksimal saat para siswa bertanding di OMI Tingkat Provinsi Jambi 2026. Lebih dari sekadar mengejar medali, keikutsertaan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi siswa untuk membawa nama baik madrasah ke panggung yang lebih tinggi.

Apa yang dilakukan para siswa MAN 1 Bungo menjadi gambaran sederhana bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang prestasi. Ketika ruang kelas tertutup oleh kabut asap, semangat belajar justru menemukan ruang baru melalui teknologi.

Dari rumah masing-masing, para siswa itu sedang mempersiapkan satu hal penting: membuktikan bahwa prestasi tetap bisa dikejar, bahkan ketika keadaan tidak sepenuhnya berpihak. (S/N)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://man1bungo.mdrsh.id/