MUARA BUNGO, bungopos.com — Ketika hujan tak kunjung turun dan kebutuhan air terus meningkat, masyarakat Kecamatan Muko-Muko Batin VII, Kabupaten Bungo, memilih memperkuat ikhtiar melalui doa bersama. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, serta keluarga besar MTsN 1 Bungo berkumpul untuk melaksanakan Salat Istisqa, memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan.
Salat Istisqa digelar dalam suasana khidmat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus pengingat bahwa menghadapi kondisi sulit membutuhkan keseimbangan antara usaha, kepedulian, dan ketakwaan.
Kehadiran siswa dan guru MTsN 1 Bungo memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Para pelajar tidak hanya mengikuti rangkaian ibadah, tetapi juga belajar secara langsung tentang nilai spiritual, kebersamaan, dan pentingnya berserah diri kepada Allah SWT ketika masyarakat menghadapi tantangan alam.
Di tengah barisan jamaah, doa dipanjatkan agar hujan segera diturunkan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga, membantu sektor pertanian, serta menjaga keberlangsungan lingkungan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kecamatan Muko-Muko Batin VII bersama pemerintah desa berharap Salat Istisqa menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta sumber daya air.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa persoalan kekeringan bukan semata-mata persoalan cuaca, melainkan tantangan bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Doa, istighfar, dan permohonan ampun kepada Allah SWT menjadi bagian dari ikhtiar batin, sementara upaya menjaga alam dan mengelola air tetap menjadi tanggung jawab bersama.
Dengan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat, Salat Istisqa di Muko-Muko Batin VII menjadi simbol persatuan dalam menghadapi ketidakpastian musim—sebuah pengingat bahwa ketika alam menghadirkan kesulitan, kekuatan masyarakat tumbuh melalui kebersamaan. (***)