BANTUAN SPEAKER : Ketua Baznas Kabupaten Batang Hari menyerahkan bantuan wereless speaker aktif untuk Majelis Taklim Tanah Begali

BAZNAS Batang Hari Perkuat Aktivitas Keagamaan Warga, Majelis Taklim Tanah Begali Terima Wireless Speaker

MERSAM, bungopos.com — Dana umat tak selalu hadir dalam bentuk bantuan tunai. Di Dusun Tanah Begali, Kelurahan Kembang Paseban, Kecamatan Mersam, zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari diterjemahkan menjadi sebuah fasilitas sederhana yang langsung menyentuh aktivitas keagamaan warga: wireless speaker untuk majelis taklim.

Perangkat tersebut diserahkan langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari, H. Muslim, M.Sy., kepada Majelis Taklim di Dusun Tanah Begali. Bantuan itu diharapkan memperkuat aktivitas ibu-ibu pengajian yang selama ini menjadi salah satu ruang penting bagi pembinaan keagamaan sekaligus silaturahmi masyarakat.

Bagi BAZNAS, bantuan tersebut bukan sekadar pengadaan perangkat pengeras suara. Ia menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali manfaat dana umat dalam bentuk yang dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat.

“Semoga wireless ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh ibu-ibu pengajian dan mendukung berbagai kegiatan majelis taklim,” kata H. Muslim yang didampingi tenaga dakwah Baznas Batang Hari kecamatan Mersam, Ustadz Muhammad Amin, S.Pd.I.

Pesan itu sederhana, tetapi menyimpan gagasan yang lebih besar: dana yang dihimpun dari masyarakat harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat yang nyata.

Majelis taklim memiliki posisi strategis di tengah kehidupan sosial warga. Selain menjadi tempat belajar dan memperdalam pemahaman keagamaan, pengajian juga menjadi ruang bertemunya warga, memperkuat kepedulian, serta menjaga tradisi kebersamaan di tingkat komunitas.

Karena itu, fasilitas pendukung yang diberikan BAZNAS diharapkan tidak berhenti pada penggunaan untuk kegiatan rutin pengajian. Perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk ceramah, pembacaan Al-Qur’an, kegiatan keislaman, hingga agenda sosial-keagamaan masyarakat lainnya.

Di tingkat akar rumput, bantuan semacam ini memperlihatkan wajah lain dari pengelolaan zakat. Manfaatnya tidak selalu harus berupa nominal besar atau program berskala luas. Dalam banyak kasus, sebuah perangkat sederhana justru dapat menjawab kebutuhan konkret masyarakat dan membuat kegiatan bersama berjalan lebih efektif.

Penyerahan wireless speaker di Tanah Begali sekaligus menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara penghimpunan dana umat dan kebutuhan nyata para penerima manfaat. Ketika zakat, infak, dan sedekah dikelola dengan baik, hasilnya bukan hanya tercatat dalam laporan, tetapi dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sebuah perangkat pengeras suara, BAZNAS Batang Hari ingin memastikan satu hal: dana umat harus kembali menjadi manfaat bagi umat. (***)

Penulis: Arya Abisatya
Editor: Arya Abisatya