Jambekspres.co.id

Biaya Hidup di Bungo Makin Mahal! Inflasi 4,10 Persen, Alat Pribadi Melonjak 15,73 Persen

MUARA BUNGO, bungopos.com — Tekanan harga di Muara Bungo semakin terasa. Pada Agustus 2026, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) tercatat mencapai 4,10 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 114,33. Angka ini menjadi sinyal bahwa biaya hidup masyarakat masih menghadapi tekanan, terutama dari sejumlah kelompok pengeluaran utama.

Inflasi tersebut terjadi seiring kenaikan harga pada berbagai kelompok konsumsi rumah tangga. Tekanan paling besar justru datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang melonjak hingga 15,73 persen secara tahunan.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga menjadi salah satu sumber tekanan utama dengan inflasi mencapai 6,06 persen. Kenaikan pada kelompok ini berpotensi langsung terasa di tingkat rumah tangga karena berkaitan erat dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami kenaikan sebesar 4,49 persen. Kelompok kesehatan tercatat naik 1,48 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,47 persen, serta pendidikan juga 1,47 persen.

Tekanan harga turut terjadi pada kelompok transportasi sebesar 1,17 persen, pakaian dan alas kaki 0,79 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,77 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,44 persen.

Jika dilihat dalam pergerakan jangka pendek, inflasi Muara Bungo pada Agustus 2026 tercatat 0,30 persen secara month to month (m-to-m). Sementara sejak awal tahun, inflasi year to date (y-to-d) telah mencapai 2,55 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa tekanan inflasi tidak hanya berasal dari satu sektor. Kenaikan harga menyebar ke berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, restoran, kesehatan, pendidikan, perumahan hingga kebutuhan perawatan pribadi.

Inflasi 4,10 persen menjadi perhatian karena setiap kenaikan harga pada kebutuhan pokok dan jasa pada akhirnya dapat menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok rumah tangga yang pendapatannya tumbuh lebih lambat dibandingkan kenaikan biaya hidup.

Di sisi lain, perkembangan inflasi juga menjadi indikator penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga. Pengendalian pasokan, kelancaran distribusi, serta pengawasan terhadap komoditas yang mengalami kenaikan menjadi semakin penting agar tekanan harga tidak berkembang menjadi beban ekonomi yang lebih berat bagi masyarakat.

Dengan IHK yang telah mencapai 114,33, dinamika harga di Muara Bungo menunjukkan bahwa menjaga daya beli bukan sekadar persoalan statistik. Di balik angka inflasi, terdapat pengeluaran rumah tangga yang harus terus disesuaikan dengan pendapatan dan kebutuhan hidup sehari-hari. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://bungokab.bps.go.id/