NEW DELHI, bungopos.com — Indonesia harus puas membawa pulang satu medali perunggu dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India. Medali tersebut dipersembahkan pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah setelah langkah mereka terhenti secara dramatis di babak semifinal.
Tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan, Amri/Nita menghadapi tantangan terbesar dalam perjalanan mereka di turnamen tersebut. Pasangan Indonesia itu harus berhadapan dengan ganda campuran nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Pertandingan berlangsung sengit sejak gim pertama. Amri/Nita berhasil merebut gim pembuka dengan skor tipis 22-20. Namun, Feng/Huang menunjukkan kualitas mereka sebagai pasangan peringkat teratas dunia dengan bangkit dan mengamankan gim kedua 21-14.
Drama sesungguhnya terjadi pada gim penentuan.
Kedua pasangan saling kejar angka dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga poin-poin kritis. Amri/Nita berusaha mempertahankan momentum, tetapi Feng/Huang akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan skor 22-20.
Pertarungan tersebut berlangsung selama 97 menit di Indira Gandhi Indoor Stadium. Kekalahan tipis itu sekaligus mengakhiri perjuangan Amri/Nita untuk menembus partai final, tetapi memastikan mereka tetap pulang dengan medali perunggu.
Bagi Indonesia, medali tersebut memiliki arti penting. Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang berhasil menyumbangkan medali dari Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Lebih dari sekadar hasil akhir, penampilan Amri/Nita menjadi salah satu cerita paling menarik dari perjalanan Indonesia di turnamen tersebut. Pada debut mereka di panggung Kejuaraan Dunia, pasangan ini mampu menghadirkan perlawanan sengit terhadap pasangan nomor satu dunia dan membawa pertandingan hingga batas akhir.
Mereka bahkan mampu merebut gim pertama dan memaksa lawan bekerja keras selama hampir satu setengah jam. Performa tersebut menunjukkan bahwa Amri/Nita memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi dunia.
Namun, hasil di New Delhi juga memperpanjang penantian Indonesia untuk kembali meraih medali emas Kejuaraan Dunia. Gelar juara dunia terakhir Indonesia diraih pada edisi 2019.
Meski demikian, medali perunggu Amri/Nita memberikan alasan untuk tetap menatap masa depan dengan optimistis. Perjalanan mereka di New Delhi menunjukkan bahwa regenerasi sektor ganda campuran Indonesia mulai memiliki daya saing di panggung global.
Kalah di semifinal memang menyisakan rasa kecewa. Tetapi dari pertandingan sepanjang 97 menit itu, Amri/Nita meninggalkan pesan yang jauh lebih besar: mereka tidak datang ke Kejuaraan Dunia hanya untuk menjadi pelengkap.
Mereka datang untuk menantang yang terbaik—dan berhasil membawa pulang medali.
Satu perunggu untuk Indonesia, tetapi sebuah sinyal besar untuk masa depan ganda campuran Merah Putih. (***)