Jambekspres.co.id

Kemenag Jambi Gebrak Madrasah! Guru Didorong Tinggalkan Pola Lama, Masuk ke Era Pembelajaran Digital

JAMBI, bungopos.com — Transformasi digital pendidikan di lingkungan madrasah memasuki babak baru. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi menggandeng Alef Education untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program dan Pelatihan Alef Education Jambi yang mengusung tema “Pembelajaran Berbasis Digital Menggunakan Platform Alef”. Kegiatan dijadwalkan berlangsung secara daring pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB, dengan melibatkan pendidik dan pengelola madrasah di Provinsi Jambi.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Dr. H. Dedi Irama Silalahi, S.Sos., M.A.B., dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Sementara materi sosialisasi dan pelatihan teknis akan disampaikan oleh Adinda Kamilah, Success Coach dari Alef Education.

Program ini tidak sekadar memperkenalkan sebuah platform pembelajaran digital. Lebih jauh, pelatihan diarahkan untuk membantu guru mengintegrasikan teknologi ke dalam aktivitas belajar-mengajar sehari-hari secara praktis dan terukur.

Melalui platform pembelajaran yang interaktif, guru didorong untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, dinamis, dan sesuai dengan karakter peserta didik di era digital. Teknologi diharapkan tidak menggantikan peran guru, tetapi justru memperkuat kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif.

Bagi madrasah, langkah ini menjadi bagian penting dari agenda modernisasi pendidikan. Perubahan teknologi yang bergerak cepat menuntut institusi pendidikan untuk tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga mampu mengubah teknologi menjadi instrumen yang memberikan nilai tambah bagi peserta didik.

Kegiatan bersama Alef Education tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pendidik dan pengelola madrasah untuk memperluas wawasan, memahami pemanfaatan platform digital, serta membangun kesiapan menghadapi ekosistem pendidikan yang semakin terkoneksi dengan teknologi.

Dengan kolaborasi tersebut, Kemenag Jambi menegaskan bahwa transformasi digital madrasah bukan sekadar tentang penggunaan perangkat dan aplikasi, melainkan tentang membangun budaya belajar baru—lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn2bungo.mdrsh.id/