TEBO, bungopos.com – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Tebo masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan Kabupaten Tebo Dalam Angka 2026 yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo, panjang jalan kabupaten mencapai 790,39 kilometer pada 2025. Namun, lebih dari separuhnya atau 512,74 kilometer (64,9 persen) berada dalam kondisi rusak berat.
Angka tersebut jauh melampaui panjang jalan yang berkondisi baik, yang hanya mencapai 140,97 kilometer (17,8 persen). Sementara itu, jalan dengan kondisi sedang tercatat 128,18 kilometer (16,2 persen) dan jalan rusak ringan hanya 8,5 kilometer (1,1 persen).
Data ini menunjukkan bahwa tantangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tebo masih sangat besar. Jalan yang rusak berat tidak hanya memperlambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Tebo Tengah Menjadi Wilayah dengan Jalan TerpanjangJika dilihat berdasarkan kecamatan, Tebo Tengah memiliki jaringan jalan kabupaten terpanjang, yakni 159,89 kilometer. Sayangnya, sebagian besar ruas tersebut berada dalam kondisi rusak berat dengan panjang mencapai 124,93 kilometer atau sekitar 78 persen dari total jalan di kecamatan tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi di Rimbo Bujang yang memiliki total jalan 145,70 kilometer, dengan 70,80 kilometer di antaranya mengalami rusak berat.
Di Sumay, dari total 68,91 kilometer jalan, sekitar 61,01 kilometer atau hampir 89 persen masuk kategori rusak berat. Persentase ini menjadi salah satu yang tertinggi di Kabupaten Tebo.
Beberapa Kecamatan Mulai Memiliki Jalan yang Lebih BaikDi tengah dominasi jalan rusak berat, sejumlah kecamatan mulai menunjukkan kondisi yang relatif lebih baik.
Rimbo Bujang memiliki panjang jalan kondisi baik tertinggi di Kabupaten Tebo, yakni 45 kilometer. Disusul Tebo Ulu dengan 24,04 kilometer, serta Tebo Tengah sebesar 20,08 kilometer.
Sementara itu, Muara Tabir memiliki 15,05 kilometer jalan berkondisi baik dan hanya 0,20 kilometer jalan rusak ringan, menunjukkan kualitas jaringan jalan yang relatif lebih stabil dibanding sejumlah kecamatan lainnya. (***)