MUARA BUNGO, bungopos.com — Ada pemandangan yang berbeda setiap pagi di MTsN 7 Bungo. Ketika sebagian besar sekolah mulai hari dengan membuka buku pelajaran atau mengecek kehadiran siswa, madrasah ini justru mengawali aktivitas dengan sesuatu yang lebih mendasar: membuka Al-Qur'an.
Suara lantunan ayat suci terdengar dari setiap ruang kelas. Para siswa duduk tenang, sebagian mengulang hafalan (murajaah), sebagian lagi menambah hafalan baru. Guru dan wali kelas mendampingi mereka satu per satu, membimbing bacaan agar semakin fasih sesuai kaidah tajwid. Di sinilah hari belajar dimulai—bukan sekadar mengejar nilai akademik, tetapi menyiapkan hati sebelum mengasah pikiran.
Inilah Program Penguatan Tahfidz yang kembali dijalankan secara rutin oleh MTsN 7 Bungo pada awal Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung setiap pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini menjadi bagian dari komitmen madrasah membangun budaya literasi Al-Qur'an sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik.
Di tengah era digital yang membuat perhatian anak-anak semakin mudah terpecah oleh layar gawai, kebiasaan sederhana membaca dan menghafal Al-Qur'an setiap pagi menjadi ikhtiar menghadirkan ruang hening yang penuh makna. Bukan sekadar rutinitas, tetapi latihan membangun konsentrasi, kedisiplinan, kesabaran, dan kecintaan terhadap kitab suci.
Program ini diikuti seluruh peserta didik dengan pendampingan langsung dari wali kelas dan guru. Selain menambah hafalan, siswa juga diajak memperbaiki kualitas bacaan serta memperkuat hafalan yang telah dimiliki agar tidak mudah terlupakan.
Pelaksanaan Penguatan Tahfidz dilakukan pada hari-hari efektif yang tidak diawali agenda rutin madrasah seperti upacara bendera, Senam Kebugaran Jasmani (SKJ), maupun pembacaan Surah Yasin bersama. Dengan demikian, interaksi dengan Al-Qur'an menjadi bagian yang konsisten dalam ritme kehidupan sehari-hari di madrasah.
Bagi MTsN 7 Bungo, pendidikan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi prestasi akademik, tetapi juga dari seberapa kuat karakter yang dibangun. Karena itu, Program Penguatan Tahfidz diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan menghafal, melainkan juga membentuk kebiasaan positif yang terus melekat dalam kehidupan peserta didik.
Salah seorang wali kelas, Cinta Invia Wulandari, mengatakan bahwa awal tahun ajaran menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat para siswa dalam menjaga dan menambah hafalan Al-Qur'an.
"Di awal tahun ajaran baru ini, seluruh peserta didik kembali mengikuti Program Penguatan Tahfidz yang dilaksanakan secara rutin. Mereka memiliki kesempatan menambah hafalan baru sekaligus mengulang hafalan yang telah dimiliki agar semakin kuat dan lancar. Kami berharap pembiasaan ini dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an sehingga menjadi bagian dari karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Lebih dari sekadar program sekolah, Penguatan Tahfidz di MTsN 7 Bungo mencerminkan sebuah filosofi pendidikan: karakter tidak dibentuk dalam satu hari, tetapi melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ketika setiap pagi diawali dengan ayat-ayat Al-Qur'an, madrasah ini sedang mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya tumbuh berdampingan, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bijaksana dalam bersikap.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, MTsN 7 Bungo memilih mempertahankan satu tradisi yang diyakini tak lekang oleh waktu: membangun masa depan melalui kedekatan dengan Al-Qur'an. Karena bagi madrasah ini, pendidikan terbaik bukan hanya mencetak siswa yang pandai menjawab soal, melainkan juga pribadi yang mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai kompas dalam menjalani kehidupan. (***)