PAMERAN : Ekonomi kreatif yang digelar di bungo

Ekraf Expo 2026 : Bisakah Kreativitas Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Bungo ?

MUARA BUNGO, bungopos.com — Ketika banyak daerah masih bertumpu pada sektor-sektor konvensional untuk menggerakkan ekonomi, Kabupaten Bungo memilih mengambil langkah berbeda. Melalui Ekraf Expo Bungo 2026, pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan yang bertumpu pada inovasi, talenta, dan kreativitas generasi muda.

Ajang yang digelar di Gedung Serba Guna MTQ Baru Kabupaten Bungo pada 29–30 Juni 2026 itu resmi dibuka oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra. Pembukaan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bungo, unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha kreatif, komunitas seni, akademisi, serta masyarakat.

Bagi Kabupaten Bungo, Ekraf Expo bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung untuk mempertemukan ide, inovasi, dan peluang bisnis dalam satu ruang kolaborasi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bungo mengatakan, penyelenggaraan Ekraf Expo bertujuan membuka akses promosi yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan beragam produk unggulan lokal kepada pasar yang lebih besar.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kreatif," ujarnya.

Antusiasme publik menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan tahun ini. Tidak hanya diikuti pelaku ekonomi kreatif dari Kabupaten Bungo, expo tersebut juga menarik peserta dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, seperti Kota Jambi, Sarolangun, dan Tebo.

Kehadiran peserta lintas daerah memperlihatkan bahwa Ekraf Expo mulai berkembang menjadi ruang jejaring regional yang membuka peluang kolaborasi, pertukaran gagasan, hingga perluasan pasar bagi produk-produk kreatif.

Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung disuguhi berbagai kegiatan mulai dari workshop ekonomi kreatif, diskusi inspiratif, pameran produk unggulan, hingga 30 stan bazar yang menampilkan beragam karya pelaku UMKM dan industri kreatif. Berbagai produk fesyen, kriya, kuliner, seni pertunjukan, hingga kerajinan lokal menjadi daya tarik utama yang memadukan kreativitas dengan nilai ekonomi.

Kesuksesan penyelenggaraan Ekraf Expo 2026 juga tidak terlepas dari kolaborasi antara Disporapar Kabupaten Bungo dengan Bungo Creative Hub, sebuah komunitas yang menghimpun berbagai sanggar seni dan pelaku kreatif di Kabupaten Bungo. Dukungan lembaga pendidikan serta mitra sponsor turut memperkuat ekosistem yang memungkinkan lahirnya ruang kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Bungo H. Dedy Putra menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih tangguh di masa depan.

Menurutnya, kekuatan ekonomi tidak lagi hanya diukur dari melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menghasilkan inovasi, karya, dan produk yang memiliki nilai tambah tinggi.

"Ekraf Expo ini bukan sekadar pameran, melainkan wadah nyata bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk berinovasi. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung sektor ekonomi kreatif agar produk unggulan Bungo mampu bersaing di tingkat yang lebih luas, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat," ujar Dedy Putra.

Komitmen tersebut sejalan dengan perubahan lanskap ekonomi global, di mana industri kreatif semakin dipandang sebagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan daya saing daerah di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

Bagi Kabupaten Bungo, Ekraf Expo 2026 menjadi lebih dari sekadar pameran produk. Agenda ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem kreatif yang menghubungkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Bungo ingin mengirimkan pesan bahwa daerah tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena kreativitas manusianya. Ketika inovasi bertemu dengan peluang pasar, ekonomi kreatif berpotensi menjadi wajah baru pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu membawa produk-produk lokal menembus pasar nasional bahkan internasional. (***)

 
Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.bungokab.go.id/