MUARA BUNGO, bungopos.com - Senyum bahagia, haru, dan rasa syukur menyelimuti wajah masyarakat kawasan transmigrasi di Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses energi, impian panjang mereka untuk menikmati aliran listrik akhirnya menjadi kenyataan.
Momentum bersejarah itu ditandai dengan digelarnya acara tasyakuran peresmian jaringan listrik yang dihadiri langsung oleh Bupati Bungo, H. Dedy Putra, SH., M.Kn, pada Kamis (18/6/2026). Kehadiran listrik kini resmi menjangkau tiga kawasan strategis transmigrasi, yakni SP 1 Trans Marigeh, SP 2 Trans Sungai Telang, dan SP 10 Muaro Buat.
Bagi masyarakat setempat, peristiwa ini bukan sekadar penyalaan jaringan listrik, melainkan simbol hadirnya keadilan pembangunan dan awal dari babak baru kehidupan yang lebih maju. Selama bertahun-tahun, warga harus bergantung pada penerangan seadanya, sementara aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial berjalan dengan berbagai keterbatasan.
Suasana tasyakuran berlangsung penuh kehangatan. Ratusan warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga para pemuda menyambut kedatangan Bupati dengan antusias. Wajah-wajah yang selama ini menanti perubahan tampak berseri-seri menyaksikan daerah mereka kini resmi keluar dari bayang-bayang kegelapan.
Dalam sambutannya, Bupati Dedy Putra menegaskan bahwa hadirnya listrik di wilayah transmigrasi merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bungo untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menyaksikan sebuah perubahan besar. Listrik bukan lagi sekadar impian bagi warga SP 1, SP 2, dan SP 10. Kehadiran listrik ini adalah hak masyarakat yang wajib dipenuhi demi menunjang kehidupan yang lebih layak,” ujar Bupati Dedy Putra di hadapan warga.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik memiliki dampak yang sangat luas terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya menjadi sumber penerangan, listrik juga menjadi fondasi penting bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi desa.
Bupati berharap kehadiran jaringan listrik dari PLN dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai peluang usaha baru di kawasan transmigrasi. Dengan akses energi yang memadai, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha produktif, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Anak-anak kita kini bisa belajar dengan lebih nyaman pada malam hari. Pelaku usaha juga dapat mengembangkan kegiatan ekonominya dengan lebih baik. Ini bukan hanya tentang lampu yang menyala, tetapi tentang masa depan yang semakin terang,” tambahnya.
Di sisi lain, perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Bungo, PLN, serta seluruh pihak yang telah memperjuangkan aspirasi warga hingga listrik benar-benar hadir di kawasan mereka.
Bagi warga transmigrasi, penyalaan listrik ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini berada di garis terdepan perjuangan pembangunan. Kini, malam-malam yang dahulu gelap telah berganti dengan cahaya harapan.
Peresmian jaringan listrik di SP 1 Trans Marigeh, SP 2 Trans Sungai Telang, dan SP 10 Muaro Buat menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan Kecamatan Bathin III Ulu. Dari kawasan yang selama bertahun-tahun menanti terang, kini lahir optimisme baru bahwa kemajuan, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik semakin dekat untuk diwujudkan. (***)