PAPPRI Provinsi Jambi memperingati Hari Musik Nasional dan Hari Musik Internasional dengan cara berbeda.

Kompangan & Gambus Sambut Penumpang, Cendera Mata Dibagikan ke Masyarakat

JAMBI, Bungopos.com – Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Provinsi Jambi memperingati Hari Musik Nasional dan Hari Musik Internasional dengan cara berbeda.

Acara "Flashmob Mendadak Musik" dilaksanakan Rabu, 10 Juni 2026, di area kedatangan Bandara Sultan Taha, Jambi. Aksi spontan para musisi dan penyanyi Jambi ini berhasil menarik perhatian penumpang, petugas bandara, serta masyarakat yang sedang beraktivitas.

Walikota Jambi, H Maulana menyambut baik acara mendadak musik ini. Kedatangan Maulana dan penumpang pesawat di gerbang kedatangan disambut musik kompangan dan pemberian cendera mata.

Mengangkat kekayaan musik tradisional Jambi, flashmob menampilkan dua pertunjukan utama yaitu Kompangan khas Jambi dengan ritme energik khas Melayu, musik Gambus, juga musik modern. Perpaduan keduanya menciptakan atmosfer berbeda di tengah kesibukan bandara.

“Kami ingin mengingatkan bahwa musik adalah bahasa universal. Ia mempersatukan, menyehatkan jiwa, dan menjadi jati diri bangsa. Melalui flashmob ini, kami ajak masyarakat merayakan musik bukan hanya di panggung, tapi di ruang hidup sehari-hari,” ujar Ketua PAPPRI Provinsi Jambi, Sri Argunaini.

Sebagai bentuk apresiasi, PAPPRI Jambi juga membagikan cendera mata kepada calon penumpang yang akan berangkat dan penumpang yang baru tiba. Langkah ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara insan musik dengan masyarakat luas.

Pemilihan Bandara Sultan Taha sebagai lokasi, menurut PAPPRI, memiliki makna simbolis. Bandara adalah gerbang pertama Jambi bagi wisatawan. “Kami ingin kesan pertama mereka tentang Jambi adalah keramahan dan kekayaan budayanya, lewat musik Kompangan, Gambus dan lagu lagu daerah,” tambah Sri.

Aksi “mendadak” ini menuai respons positif. Sejumlah penumpang ikut merekam momen tersebut dan bergoyang mengikuti irama musik.

PAPPRI Provinsi Jambi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya melestarikan musik daerah sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap karya musisi lokal. (*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska