KURBAN : Kemenag Bungo melakukan penyembelihan hewan kurban

Tujuh Sapi Kurban Menggema di Bungo, Kemenag Tebar Ribuan Senyum Idul Adha

MUARA BUNGO, bungopos.com - Di bawah langit pagi yang teduh, suasana halaman belakang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo pada Kamis, 28 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya. Aroma kebersamaan begitu terasa. Tak ada sekat jabatan, tak ada jarak antara pimpinan dan pegawai. Semua larut dalam semangat pengorbanan dan kepedulian saat keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Bungo melaksanakan penyembelihan tujuh ekor sapi kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Momen sakral itu bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjelma menjadi ruang silaturahmi, tempat nilai kemanusiaan tumbuh dan mengalir melalui tangan-tangan yang bekerja dengan tulus. Dari Kepala Kantor Kemenag, para Kepala Seksi, hingga para Kepala Madrasah, seluruhnya hadir menyatukan niat dalam satu tujuan mulia: berbagi kebahagiaan kepada sesama.

Di tengah hiruk-pikuk proses penyembelihan dan pengemasan daging kurban, wajah-wajah penuh keikhlasan tampak menghiasi setiap sudut kegiatan. Para panitia bekerja gotong royong tanpa lelah. Ada yang memotong daging, menimbang, mengemas, hingga menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semuanya dilakukan dengan semangat pengabdian yang begitu kuat.

Kepala MTsN 4 Bungo, Ahmad Syarif, S.Pd.I., yang juga menjadi peserta kurban tahun ini, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Baginya, Idul Adha adalah momentum penting untuk menanamkan nilai keikhlasan sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

“Alhamdulillah, prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kurban hari ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib. Kami sangat bersyukur bisa kembali berbagi dengan sesama,” ujarnya dengan wajah penuh kebahagiaan.

Namun lebih dari itu, Ahmad Syarif menilai bahwa Idul Adha memiliki pesan spiritual yang sangat dalam. Pengorbanan bukan hanya tentang hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana manusia belajar mengikis ego, memperkuat empati, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Di Kabupaten Bungo, semangat itu terasa nyata. Paket-paket daging kurban yang dibagikan bukan sekadar bingkisan biasa, melainkan simbol cinta kasih dan perhatian kepada masyarakat. Senyum para mustahik menjadi pemandangan paling indah di hari raya. Ada harapan yang tumbuh, ada rasa syukur yang mengalir di hati mereka yang menerima.

Kegiatan kurban ini sekaligus memperlihatkan bahwa nilai gotong royong masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat Bungo. Semua bergerak bersama, saling membantu tanpa pamrih. Inilah wajah Idul Adha yang sesungguhnya: menghadirkan kedekatan, menebar keberkahan, dan menghidupkan rasa persaudaraan.

Bagi keluarga besar Kemenag Bungo, tujuh ekor sapi itu bukan hanya angka. Di baliknya ada ribuan doa, harapan, dan kebahagiaan yang dibagikan kepada masyarakat. Sebab sejatinya, kurban bukan tentang apa yang disembelih, melainkan tentang seberapa besar ketulusan yang diberikan untuk orang lain.

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individualistis, langkah sederhana yang dilakukan Kemenag Bungo ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi cahaya yang mampu menghangatkan kehidupan bersama. (***) 

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn4-bungo.mdrsh.id/