RAPAT STAF : Guru dan staf MTsN 7 Bungo rapat dipimpin oleh Kepala Madrasah, Firdaus AR, S.Pd.I

Disiplin atau Tertinggal ! Kepsek MTsN 7 Bungo Ingatkan Guru dan Staf Harus Kerja Profesional

MUARA BUNGO, bungopos.com - Suasana ruang guru MTsN 7 Bungo pada Senin pagi (18/5/2026) tampak berbeda dari biasanya. Setelah pelaksanaan Upacara Bendera usai, para guru dan staf langsung berkumpul mengikuti rapat penting yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Firdaus AR, S.Pd.I. Meski berlangsung sederhana, rapat tersebut menyimpan semangat besar tentang bagaimana sebuah madrasah terus bergerak maju melalui kedisiplinan, kerja sama, dan komitmen bersama.

Di hadapan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, Firdaus AR tampil penuh ketegasan namun tetap humanis. Satu per satu agenda strategis madrasah dibahas secara serius, mulai dari persiapan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM), Penilaian Akhir Semester (PAS), administrasi kelulusan siswa kelas IX, hingga pembangunan Zona Integritas dan persiapan Pemilihan Ketua OSIM.

Bagi beliau, rapat bukan sekadar rutinitas administratif. Lebih dari itu, rapat adalah ruang menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan memperkuat semangat kebersamaan demi kemajuan madrasah.

Dalam arahannya, Firdaus AR menekankan bahwa keberhasilan PMBM Tahun 2026 tidak hanya bergantung pada promosi semata, tetapi juga pada citra pelayanan dan kualitas pendidikan yang mampu dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, seluruh guru diminta aktif membangun komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar serta menunjukkan wajah madrasah yang ramah, disiplin, dan berprestasi.

“Madrasah akan maju jika seluruh warganya memiliki semangat yang sama untuk terus bergerak dan melayani dengan hati,” pesan beliau penuh motivasi.

Tak hanya fokus pada penerimaan peserta didik baru, beliau juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi PAS Genap bagi siswa kelas VII dan VIII. Menurutnya, ujian bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang tanggung jawab guru dalam memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik dan terukur.

Di sisi lain, finalisasi administrasi kelulusan siswa kelas IX menjadi perhatian khusus. Firdaus AR meminta seluruh wali kelas dan guru bekerja secara teliti agar seluruh dokumen dapat selesai tepat waktu tanpa menimbulkan kendala di kemudian hari. Ketelitian, menurutnya, merupakan bagian dari profesionalisme seorang pendidik.

Menariknya, rapat tersebut juga menjadi momentum penguatan budaya kerja melalui rencana pembangunan Zona Integritas di lingkungan madrasah. Program ini dipandang bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata membangun lingkungan kerja yang bersih, transparan, disiplin, dan berintegritas.

“Integritas bukan hanya slogan yang ditempel di dinding, tetapi harus hidup dalam perilaku dan tanggung jawab kita setiap hari,” tegas beliau.

Semangat demokrasi pun turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut melalui pembahasan finalisasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 7 Bungo periode 2026/2027. Firdaus AR berharap kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran politik yang sehat dan edukatif bagi siswa agar mereka terbiasa menghargai perbedaan pendapat serta belajar bertanggung jawab sejak dini.

Tidak berhenti di situ, pembinaan kedisiplinan ASN juga menjadi bagian penting dalam rapat. Kepala madrasah mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan berpakaian dinas, penggunaan seragam KORPRI dan PGRI sesuai jadwal, hingga kedisiplinan dalam penyelesaian SKP E-Kinerja.

Bagi Firdaus AR, kedisiplinan kecil yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan budaya kerja besar yang berdampak pada kemajuan lembaga. Beliau percaya, madrasah yang hebat tidak lahir dari fasilitas semata, tetapi dari sumber daya manusia yang memiliki tanggung jawab, loyalitas, dan semangat melayani.

Rapat pagi itu akhirnya bukan hanya menjadi forum pembahasan program kerja, melainkan juga suntikan motivasi bagi seluruh guru dan staf untuk terus meningkatkan kualitas diri. Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, MTsN 7 Bungo menunjukkan bahwa kemajuan madrasah dapat diraih ketika seluruh elemen bergerak bersama dalam semangat disiplin, kebersamaan, dan pengabdian.

Dari ruang guru sederhana itulah, lahir harapan besar untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, berintegritas, dan mampu mencetak generasi masa depan yang unggul serta berakhlak mulia. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn7bungo.mdrsh.id/