MUARA BUNGO, bungopos.com - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pemerintahan di pusat Kabupaten Bungo, sebuah momentum penuh makna terukir dengan khidmat. Bukan sekadar peresmian nama bangunan, melainkan sebuah bentuk penghormatan mendalam terhadap jejak pengabdian seorang tokoh yang pernah mewarnai perjalanan sejarah daerah.
Pemerintah Kabupaten Bungo secara resmi mengabadikan nama Almarhum H. Hasan sebagai nama musholla yang berada di komplek Kantor Bupati Bungo. Kini, rumah ibadah itu resmi dikenal sebagai Musholla H. Hasan — sebuah nama yang akan terus hidup di tengah denyut pelayanan pemerintahan dan aktivitas masyarakat.
Peresmian berlangsung khidmat dan penuh nuansa emosional. Acara dipimpin langsung oleh H. Dedy Putra dan ditandai dengan penekanan sirine bersama pihak keluarga almarhum. Suara sirine yang menggema pagi itu seakan menjadi penanda bahwa jasa dan pengabdian H. Hasan tidak pernah benar-benar pergi dari tanah Bungo.
Sebelum prosesi peresmian berlangsung, Ketua Panitia Pelaksana, Yos Army, menyampaikan laporan kegiatan sekaligus menegaskan bahwa pemberian nama musholla tersebut memiliki landasan resmi dan fungsi administratif yang jelas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo.
“Pemberian nama Musholla H. Hasan ini selanjutnya akan digunakan secara resmi dalam seluruh dokumen administrasi pemerintahan serta pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Pemkab Bungo,” ujarnya.
Namun lebih dari sekadar legalitas nama, acara itu menjadi ruang mengenang sosok pemimpin yang pernah mengabdikan tenaga dan pikirannya demi kemajuan daerah. Suasana haru mulai terasa ketika perwakilan keluarga almarhum, H. Zurharpan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan pemerintah daerah.
Dengan suara yang sarat emosi, ia mengungkapkan bahwa penghormatan tersebut menjadi kebanggaan besar bagi keluarga.
“Kami atas nama keluarga besar Almarhum H. Hasan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas penghargaan luar biasa ini. Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi keluarga kami,” tuturnya.
Bagi masyarakat Bungo, nama H. Hasan bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang turut meletakkan fondasi pembangunan daerah, khususnya di wilayah Kecamatan Rimbo Tengah dan sekitarnya. Banyak pembangunan yang hari ini dinikmati masyarakat merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang pernah ia perjuangkan.
Hal itulah yang kembali ditegaskan oleh Bupati H. Dedy Putra dalam sambutannya. Menurutnya, pengabadian nama tersebut bukan sekadar seremoni simbolik, tetapi bentuk penghormatan abadi atas jasa seorang pemimpin yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi daerah.
“Pemberian nama Musholla H. Hasan ini adalah simbol penghormatan mendalam kita atas jasa, keringat, dan dedikasi almarhum semasa hidupnya dalam membangun Kabupaten Bungo, khususnya di wilayah Kecamatan Rimbo Tengah ini. Kita semua menikmati fondasi pembangunan yang telah beliau letakkan,” ungkapnya.
Di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak cepat, pengabadian nama seperti ini menjadi pengingat bahwa sebuah daerah tidak dibangun dalam semalam. Ada perjuangan panjang, ada pengorbanan, dan ada ketulusan para pemimpin terdahulu yang patut dikenang oleh generasi penerus.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk Almarhum H. Hasan, dilanjutkan peninjauan fasilitas musholla serta Sholat berjamaah. Dalam suasana yang teduh dan penuh doa itu, nama H. Hasan seolah kembali hadir — bukan hanya sebagai tokoh masa lalu, tetapi sebagai inspirasi yang terus hidup dalam semangat pengabdian.
Kini, setiap lantunan azan dan doa yang berkumandang di Musholla H. Hasan akan menjadi saksi bahwa jasa seorang pemimpin yang tulus tidak pernah benar-benar hilang. Ia akan terus dikenang, mengalir bersama doa-doa dan langkah pengabdian masyarakat Kabupaten Bungo. (***)