MUARA BUNGO, bungopos.com — Di tengah hiruk-pikuk dunia medis yang serba cepat dan penuh ketepatan, ada satu hal yang tak pernah boleh tertinggal: sentuhan kemanusiaan. Itulah yang kembali ditegaskan melalui perpanjangan kerja sama antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo dan RS Jabal Rahmah Medika Muara Bungo dalam pelayanan kerohanian bagi pasien.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah pernyataan komitmen bahwa kesembuhan sejati tidak hanya lahir dari obat dan tindakan medis, tetapi juga dari ketenangan jiwa dan kekuatan spiritual.
Kerja sama ini melibatkan dua sosok penting: Direktur RS Jabal Rahmah Medika Muara Bungo, dr. H. Marlis Noer, Sp.OG., MARS., sebagai pihak pertama, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo, H. Herman, S.Ag., M.H., sebagai pihak kedua. Bersama, mereka merawat sebuah keyakinan sederhana namun mendalam—bahwa pasien bukan hanya tubuh yang harus disembuhkan, tetapi juga jiwa yang perlu dikuatkan.
Melalui kerja sama ini, pasien akan mendapatkan pelayanan kerohanian berupa pembinaan rohani dan pendampingan spiritual selama masa perawatan. Di balik dinding-dinding ruang rawat, akan hadir doa, nasihat, dan penguatan batin—sesuatu yang sering kali menjadi penopang harapan di saat-saat paling rapuh.
Bagi banyak pasien, sakit bukan hanya tentang rasa nyeri, tetapi juga pergulatan batin: kecemasan, ketakutan, bahkan kehilangan harapan. Di sinilah peran pelayanan kerohanian menjadi sangat berarti—menjadi pelita kecil yang menjaga agar harapan tetap menyala.
Kedua belah pihak berharap, sinergi ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang tengah berjuang di ranjang perawatan, yang tak hanya membutuhkan obat, tetapi juga doa dan kehangatan empati.
Perpanjangan kerja sama ini akan berlangsung untuk periode 2026 hingga 2029. Sebuah rentang waktu yang diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak kisah kesembuhan—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin.
Di Muara Bungo, kerja sama ini mengingatkan kita pada satu hal penting: bahwa dalam setiap upaya penyembuhan, ilmu dan iman tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya saling menguatkan, menghadirkan harapan yang lebih utuh bagi setiap insan yang sedang berjuang untuk sembuh. (***)