BENGKULU, bungopos.com --- Kementerian Agama mempunyai motto utama “Ikhlas Beramal”. Motto ini juga yang ditekankan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.
Di hadapan ASN, Menag menekankan pentingnya kembali pada nilai dasar Kementerian Agama, yakni “Ikhlas Beramal”. Ia menegaskan bahwa “ikhlas” bukan sekadar jargon, melainkan sikap kerja yang tidak bergantung pada pujian, popularitas, atau kepentingan jabatan.
“Ikhlas itu bekerja tanpa perlu pengakuan. Tidak perlu diumumkan, tidak perlu dipuji. Fokus pada tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, “beramal” dimaknai sebagai kerja yang terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Amal itu kerja yang punya perhitungan, di antaranya ada input, output, dan outcome. Bukan sekadar rutinitas,” jelasnya.
Menag juga menekankan pentingnya menjaga integritas di tengah berbagai godaan, termasuk praktik gratifikasi yang kadang dianggap sepele namun berpotensi merusak kepercayaan publik. “Gratifikasi jangan dianggap biasa. Justru dari situlah integritas kita diuji,” katanya.
Di tengah derasnya arus digital dan disrupsi informasi, nilai Ikhlas Beramal dan integritas harus menjadi fondasi utama kerja aparatur Kementerian Agama. Menurut Menag, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru berupa multiple shock yaitu perubahan cepat dan berlapis yang kerap memunculkan jarak antara nilai normatif dan realitas di lapangan.
Menag mengingatkan bahwa di era digital, arus informasi yang tidak terkendali dapat memicu distorsi, di mana kebenaran menjadi kabur dan persepsi publik mudah dipengaruhi oleh berbagai kepentingan.
“Kementerian Agama harus hadir untuk mendekatkan jarak antara teks dan konteks itu. Kadang yang salah terlihat benar, dan yang benar justru disalahpahami. Ini tantangan yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.
Menag bersyukur dalam dua tahun terakhir banyak capaian Kementerian Agama. Menag minta hal itu tidak membuat jajaran Kementerian Agama lengah dalam bekerja.
“Jangan sampai berita baik membuat kita lengah. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan justru harus lebih baik lagi berdampak bagi umat,” tandasnya. (***)