Martaria Rizky Rinaldi, S.Psi., M.Psi.

Indonesia Masuk 10 Besar Penderita Diabetes Tertinggi di Dunia, Begini Pencegahannya Caranya

YOGYAKARTA, bungopos.com - Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang perlu diwaspadai, tak hanya oleh orang-orang dengan usia lanjut, namun juga oleh kelompok muda. Pasalnya, kini Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan kasus diabetes tertinggi di dunia. Selain dari aspek medis, perawatan diabetes juga memerlukan perawatan hipnosis klinis pada aspek psikologisnya, karena individu dengan DM membutuhkan perawatan jangka panjang.

“Faktanya, individu dengan DM sering mengalami masalah psikologis seperti emosi negatif, stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Namun, jumlah tenaga psikolog terbatas,” kata mahasiswa program doktoral Fakultas Psikologi UGM, Martaria Rizky Rinaldi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, pada ujian terbukanya untuk mendapatkan gelar doktor, di  Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM.

Dalam disertasinya yang berjudul ‘Hypnodiacare untuk Individu dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: dari Pemetaan Bukti dan Pengembangan Intervensi Hingga Uji Terkontrol Acak dan Evaluasi Psikofisiologis’, Kiky menjelaskan bahwa pasien diabetes melitus tipe 2 membutuhkan pengelolaan diri, regulasi emosi, serta manajemen diri yang sangat ketat. “Sementara ini penanganan diabetes lebih banyak ke edukasi manajemen diri, diketahui bermanfaat secara kognitif (pengetahuan), tetapi tidak menyasar aspek psikologis atau emosi secara mendalam,”paparnya.

Lebih lanjut, Kiky mengungkapkan melalui metode Clinical Hypnosis, diketahui dapat meningkatkan relaksasi, emosi positif, serta menurunkan kecemasan dan stres. Namun, ia menggaris bawahi bahwa masih terdapat kesenjangan karena belum adanya integrasi antara Clinical Hypnosis dengan edukasi manajemen diri.

Penelitiannya soal hypnodiacare yang merupakan gabungan atas integrasi edukasi manajemen diri dan Clinical Hypnosis. Edukasi diri yang dimaksud adalah pengetahuan tentang cara merawat diri seperti perilaku diet, konsumsi obat, dan aktivitas. Sedangkan Clinical Hypnosis atau Hipnosis Klinis, merupakan terapi yang menggunakan teknik relaksasi dan sugesti untuk mengatasi masalah emosi dan motivasi.

Ada pun hasil yang diperolehnya dari penelitian ini adalah, secara mental, pasien merasa lebih tenang, emosi lebih stabil, dan motivasi untuk berobat dan semangat untuk hidup sehat meningkat. “Secara fisik pun terjadi perubahan nyata pada gelombang otak baik alpha, beta, theta yang menandakan relaksasi dalam, serta perbaikan regulasi jantung,” ungkapnya.

Dari penelitian ini, Kiky menarik kesimpulan bahwa Hypnodiacare terbukti bermanfaat sebagai pendamping pengobatan medis untuk membantu pasien diabetes mengelola penyakitnya dengan lebih baik. “Clinical Hypnosis yang dikombinasikan dengan edukasi manajemen diri menawarkan model intervensi baru sebagai pendamping perawatan medis,” pungkasnya. (***)

Editor: arya abisatya
Sumber: https://ugm.ac.id/