MENUANGKAN isi kepala apa adanya dalam rentang 10–20 menit ternyata sangat bermanfaat. Menurut dr Dito Anurogo yang dilansirkan situs ayosehat.kemkes.go.id, menulis bisa membukakan saluran pikiran agar arus ide mengalir tanpa hambatan.
"Prosedurnya sederhana. Pasang timer, siapkan pena atau dokumen kosong, dan mulai menulis terus-menerus," tulis dr Dito.
Dilanjutkannya, dampak menulis ini akan langsung terasa. Gerak tangan yang kontinu meredakan ruminasi dan menurunkan beban memori kerja. Pikiran liar mendapat wadah, sehingga tekanan internal berkurang.
Menurutnya terapi menulis ini digunakan daat kepala terasa penuh, sebelum rapat penting, menjelang mengajar, atau sebelum masuk kerja riset yang berat. "Ingat, hasilnya bukan karya akhir. Nilainya ada pada pembersihan pikiran dan kejelasan arah, bukan kualitas prosa," tulisnya. (***)