Bupati Bungo H Dedy Putra meninjau lokasi pembangunan transit super depo

Dedy Putra Benahi Bungo, Ini Lima Lokasi Tempat Sampah Yang Diganti Transit Super Depo

MUARA BUNGO, bungopos.com - Suasana Kamis pagi (28/08/2025) di Kota Bungo terasa berbeda. Jalan-jalan yang biasanya dipadati lalu lalang kendaraan, hari itu menjadi saksi langkah kecil namun penuh makna dari seorang pemimpin daerah. Dengan kemeja putih sederhana dan senyum yang selalu mengiringi sapanya, Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn meninjau langsung lima lokasi pembangunan Transit Super Depo (TSD)—sebuah terobosan besar dalam pengelolaan sampah modern di Kabupaten Bungo.

Di sela-sela langkahnya, Dedy Putra menatap setiap sudut kota dengan penuh harap. Ia tahu benar, tumpukan sampah yang kerap menghiasi pinggiran jalan selama ini bukan sekadar soal estetika, melainkan juga tentang martabat kota dan kenyamanan hidup warganya.

“InsyaAllah akhir tahun ini tidak ada lagi TPS di pinggir jalan. Semua sampah akan dialihkan ke Transit Super Depo agar kota kita lebih bersih, rapi, dan nyaman,” ucapnya tegas, sambil menunjuk salah satu lahan yang sedang dipersiapkan untuk pembangunan depo modern itu.

Dari TPS ke Transit Super Depo

Bagi warga Bungo, tempat penampungan sementara (TPS) di pinggir jalan sudah menjadi pemandangan yang lama akrab—namun sekaligus mengganggu. Bau menyengat, tumpukan plastik, hingga pemandangan yang tidak sedap kerap memicu keluhan. Kini, Bupati menawarkan solusi strategis: mengganti sistem lama dengan TSD, yang lebih modern, terpusat, dan ramah lingkungan.

Transit Super Depo bukan hanya tempat menaruh sampah, melainkan pusat pengelolaan. Dari sini, sampah akan ditangani secara lebih sistematis sebelum dibawa ke tempat akhir. Harapannya, masalah klasik seperti penumpukan, pencemaran, hingga gangguan lalu lintas bisa teratasi.

Jalan Kota yang Lebih Lega

Namun revitalisasi Bungo bukan berhenti di urusan sampah saja. Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga meninjau pelebaran ruas jalan di sejumlah persimpangan utama. Ia paham, denyut nadi kota tidak hanya ditentukan oleh kebersihan, tetapi juga kelancaran mobilitas warganya.

Di salah satu persimpangan yang sedang diperlebar, suara mesin alat berat berpadu dengan tatapan penasaran warga yang melintas. Ada harapan baru yang tumbuh: jalanan yang lebih lega, arus lalu lintas yang lebih lancar, dan waktu tempuh yang lebih singkat bagi aktivitas sehari-hari.

“Revitalisasi ini bukan untuk hari ini saja, tapi untuk masa depan Bungo. Kita ingin kota ini menjadi tempat yang membanggakan, bukan hanya bersih secara fisik, tapi juga nyaman secara sosial,” tambah Bupati.

Kerja Bersama, Harapan Bersama

Dalam peninjauan itu, Dedy Putra tidak sendiri. Ia didampingi jajaran perangkat daerah: mulai dari Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkim, hingga Dinas Kominfo. Kehadiran mereka menandakan bahwa program ini adalah kerja bersama, bukan sekadar janji seorang pemimpin.

Warga pun menyambut optimisme ini. Bagi pedagang kecil di sekitar jalan utama, pelebaran jalan berarti akses lebih mudah bagi pelanggan. Bagi pelajar dan pekerja, berarti perjalanan yang lebih cepat tanpa terjebak macet. Dan bagi semua, hilangnya TPS di pinggir jalan adalah napas segar bagi lingkungan.

Kota yang Berbenah

Sebuah kota, kata orang bijak, selalu hidup dan tumbuh bersama warganya. Dan di Bungo, tanda-tanda pertumbuhan itu kini terlihat jelas. Pembangunan Transit Super Depo dan pelebaran ruas jalan adalah simbol bahwa kota ini sedang berbenah, bukan hanya di permukaan, tetapi dari akar permasalahan sehari-hari.

“Kalau dulu orang luar datang dan melihat sampah berserakan di pinggir jalan, mereka mungkin menilai kita tidak peduli. Tapi ke depan, saya ingin wajah kota kita berubah total: lebih bersih, lebih modern, lebih membanggakan,” tutup Bupati Dedy Putra dengan nada penuh tekad.

Revitalisasi kota memang bukan perkara instan. Ia butuh waktu, konsistensi, dan dukungan banyak pihak. Namun dengan langkah awal yang nyata seperti hari itu, Bungo sedang menuju pada satu tujuan: menjadi kota yang bukan hanya layak huni, tetapi juga membanggakan bagi setiap orang yang menapakkan kaki di dalamnya. (***)

Penulis: Ary
Editor: Arya Abisatya
Sumber: www.bungokab.go.id