DIPREDIKSI MEMBAIK : Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Target 8 Persen Menggema! Pemerintah Klaim Mesin Ekonomi Indonesia Baru Mulai Dipanaskan

Posted on 2026-06-29 10:41:56 dibaca 72 kali

JAKARTA, bungopos.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi banyak negara, pemerintah Indonesia menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan perekonomian nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang nyata untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, didukung oleh fondasi ekonomi yang semakin kuat, reformasi fiskal yang berkelanjutan, serta meningkatnya peran investasi dan sektor swasta sebagai penggerak utama pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat membuka pandangannya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6). Di hadapan para pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan, ia menggambarkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini berada pada fase awal percepatan.

"Ketika global gonjang-ganjing saja kita masih bisa tumbuh 5,61 persen. Ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan," ujar Purbaya.

Pernyataan itu mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa ketahanan ekonomi Indonesia telah teruji. Di saat banyak negara menghadapi perlambatan akibat tekanan geopolitik, inflasi, dan gangguan rantai pasok global, Indonesia tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan dan kini bersiap memasuki fase ekspansi yang lebih tinggi.

Ekspor dan UMKM Menjadi Mesin Baru Pertumbuhan

Purbaya menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk mencapai target tersebut adalah memperkuat sektor ekspor, khususnya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Melalui Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi bagi UKM eksportir, pemerintah menawarkan pembiayaan dengan bunga yang sangat kompetitif.

"Di Kemenkeu ada LPEI yang punya Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi untuk UKM eksportir. Kami menawarkan suku bunga maksimal 6 persen per tahun, bahkan bisa 4 persen jika diperlukan demi mendorong pertumbuhan," jelasnya.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja melalui peningkatan aktivitas ekspor.

Target 8 Persen Dicapai Bertahap

Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bukanlah target yang dapat dicapai secara instan, melainkan melalui tahapan yang terukur dan realistis.

Langkah awal adalah mendorong pertumbuhan menuju kisaran 6 persen, kemudian meningkat secara bertahap seiring membaiknya iklim investasi, meningkatnya produktivitas nasional, serta bertambahnya ekspor dan konsumsi masyarakat.

Strategi tersebut juga didukung oleh sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil sehingga setiap instrumen pembangunan saling memperkuat dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Reformasi Fiskal Menjadi Fondasi

Selain memperkuat investasi dan ekspor, Kementerian Keuangan juga terus melakukan reformasi fiskal, terutama di bidang perpajakan dan kepabeanan.

Reformasi ini diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara secara lebih efisien sekaligus menciptakan ruang fiskal yang lebih luas agar pemerintah memiliki kapasitas lebih besar dalam membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga program-program perlindungan sosial.

Pemerintah meyakini bahwa sistem fiskal yang semakin modern, transparan, dan adaptif akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Optimisme pemerintah muncul bukan tanpa alasan. Momentum pemulihan ekonomi yang mulai terlihat sejak akhir 2025 terus diperkuat oleh berbagai kebijakan strategis yang mendorong likuiditas, memperbesar investasi, menjaga daya beli masyarakat, serta mempercepat realisasi belanja negara.

Dengan kombinasi reformasi struktural, peningkatan daya saing industri, dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha, dan penguatan investasi, pemerintah berharap Indonesia mampu memasuki fase pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan lebih inklusif.

Apabila seluruh agenda reformasi berjalan konsisten dan didukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat, target pertumbuhan 8 persen bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan, melainkan sebuah langkah menuju Indonesia yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing di tingkat global. (**)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.kemenkeu.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com