Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga ditengah Meningkatkan Ketidakpastian Global

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Posted on 2026-04-06 22:55:22 dibaca 170 kali

JAKARTA, Bungopos.com – Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional masih tetap terjaga meskipun dihadapkan pada dinamika perekonomian global dan domestik yang penuh tantangan.

Penilaian tersebut merupakan hasil Rapat Dewan Komisioner OJK yang digelar pada 1 April 2026, yang secara rutin mengevaluasi kondisi sektor keuangan nasional.

Di tengah kondisi global, ketidakpastian ekonomi tercatat meningkat, terutama dipicu eskalasi tensi geopolitik di kawasan Teluk yang berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi dunia. Situasi ini turut memicu lonjakan harga energi serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Lembaga internasional seperti Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan Interim Economic Outlook Maret 2026 juga mencatat adanya perubahan prospek ekonomi global. Awalnya diproyeksikan menguat, namun kemudian mengalami koreksi akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Tekanan dari kenaikan harga energi dan tingginya ketidakpastian global turut mempersempit ruang kebijakan moneter. Hal ini mendorong munculnya ekspektasi “high for longer”, di mana suku bunga global diperkirakan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Dari sisi ekonomi Amerika Serikat, tekanan masih terasa akibat inflasi yang persisten dan peningkatan tingkat pengangguran. Federal Reserve diketahui mempertahankan suku bunga pada Maret 2026, dengan sinyal terbatasnya ruang pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini. Bahkan, ekspektasi pasar kini mengarah pada kemungkinan tidak adanya penurunan suku bunga hingga akhir 2026.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok menunjukkan pertumbuhan di atas ekspektasi, meskipun pemerintah setempat tetap menurunkan target pertumbuhan akibat tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh perbaikan sisi permintaan dan penawaran serta dukungan stimulus sektor keuangan.

Di dalam negeri, kondisi ekonomi relatif stabil. Inflasi inti tercatat menurun pada Maret 2026, sementara aktivitas konsumsi masyarakat tetap kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara tahunan (yoy), serta penjualan kendaraan bermotor yang tetap solid. Selain itu, PMI manufaktur masih berada pada zona ekspansi.

Dari sisi eksternal, ketahanan ekonomi Indonesia juga dinilai memadai, ditopang oleh cadangan devisa yang cukup serta surplus neraca perdagangan.

Di pasar keuangan domestik, volatilitas pasar modal meningkat, meskipun indikator likuiditas masih terjaga. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup pada level 7.048,22, mengalami koreksi sebesar 14,42 persen secara bulanan (mtm) dan 18,49 persen sejak awal tahun (ytd).

Likuiditas pasar tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp20,66 triliun, sedikit menurun dibandingkan Februari yang mencapai Rp25,62 triliun. Sementara itu, bid-ask spread tetap stabil di level 1,55 kali.

Di sisi lain, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp23,34 triliun, berbalik dari posisi net buy Rp0,36 triliun pada Februari, yang sebagian besar dipengaruhi transaksi di pasar negosiasi.

Pada pasar obligasi, harga obligasi mengalami penurunan seiring kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN). Indeks obligasi ICBI tercatat di level 433,16, turun 2,03 persen secara bulanan dan 1,74 persen sejak awal tahun. Sementara itu, yield SBN rata-rata meningkat sebesar 44,47 basis poin secara bulanan dan 54,51 basis poin secara tahunan berjalan.

Secara keseluruhan, OJK menilai sektor jasa keuangan Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik, meskipun tekanan eksternal terus meningkat.(*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com