MINCE LESTARI : Wisudawati Unja

Dari Gorengan ke Balairung: Kisah Inspiratif Mince Lestari, Anak Penjual Gorengan Lulus Unja

Posted on 2025-08-29 16:49:35 dibaca 98 kali

MENDALO, bungopos.com – Deru tepuk tangan mengalun hangat di Gedung Balairung Universitas Jambi, Kamis (28/08/2025). Di antara ratusan toga hitam yang berjejer rapi, ada sepasang mata berkaca-kaca yang tak berhenti mengucap syukur. Dialah Mince Lestari, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UNJA, yang akhirnya berhasil menyandang gelar sarjana pada wisuda ke-119.

Bagi sebagian orang, toga dan ijazah mungkin sekadar tanda kelulusan. Namun bagi Mince, itu adalah buah perjuangan panjang, lahir dari doa seorang ayah petani sederhana dan ibu penjual gorengan di sudut kampung.

“Alhamdulillah, saya sangat haru dan bahagia. Perjalanan yang penuh perjuangan akhirnya terbayar lunas. Ini bukan hanya hasil kerja keras saya, tetapi juga doa orang tua dan dukungan banyak pihak,” ujarnya dengan senyum bercampur air mata.

Sejak kecil, Mince sudah akrab dengan aroma tanah basah sawah ayahnya dan gurih gorengan yang dijajakan ibunya. Latar belakang sederhana tak membuatnya minder, justru menjadi bahan bakar semangat untuk mengubah masa depan.

Setiap kali rasa lelah datang, Mince mengingat tujuan awalnya: kuliah bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk membangun harapan baru bagi keluarganya.
“Saya selalu berusaha sabar, tekun, dan tidak menyerah. Demi masa depan keluarga, saya yakin bisa melewati apapun,” katanya tegas.

Kesempatan emas datang ketika ia menjadi penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Dukungan itu menjadi pintu pembuka, membantunya membeli laptop, ponsel, hingga membayar tempat tinggal.

“Beasiswa ADik sangat membantu saya menyelesaikan tugas kuliah dan membuat saya bisa kuliah dengan tenang,” ucapnya penuh syukur.

Bagi Mince, kuliah bukan sekadar datang ke kelas. Ia aktif di organisasi, riset, hingga mengikuti lomba. Dari Juara 1 dan 2 Desain Aplikasi Al-Qur’an di MTQ UNJA, Juara Harapan 3 Inovasi Produk Daerah di Balitbangda Jambi, hingga penerima program PMW dan PHP2D, namanya kerap disebut sebagai sosok mahasiswa berprestasi.

“Itu tidak mudah, tapi melatih saya disiplin dan bisa mengatur prioritas,” ungkapnya.

Mince juga sering diminta menjadi pemateri di berbagai forum mahasiswa. Dari situ ia belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk dirinya, tapi juga harus dibagi.
“Kuliah memberi saya pengalaman berharga, bukan hanya ilmu tapi juga karakter dan cara pandang hidup. Semua itu akan saya kenang selamanya,” tambahnya.

Di ujung kisahnya, Mince memberikan pesan sederhana namun kuat.
“Nikmati setiap proses. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari pembelajaran. Teruslah berusaha, berdoa, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.”

Hari itu, di tengah riuh wisuda, wajah Mince adalah simbol harapan. Ia bukan hanya sarjana baru, tapi juga bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi tidak pernah bisa membatasi impian.

Dari tangan seorang petani dan penjual gorengan, lahirlah seorang sarjana yang kelak akan menulis kisah baru bagi keluarganya, masyarakat, bahkan bangsanya.

Kisah Mince Lestari mengingatkan kita, bahwa selama masih ada tekad, doa, dan kerja keras, tidak ada mimpi yang mustahil untuk diwujudkan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: www.unja.go.id
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com