BERBAGAI KEGIATAN : Acara peringatan hari santri nasional

Hari Santri Diadakan Beragam Acara, Ini Rangkaian Kegiatannya

Posted on 2026-09-24 15:10:23 dibaca 125 kali

JAKARTA, bungopos.com — Kementerian Agama resmi meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026 dengan membawa pesan yang lebih luas dari sekadar peringatan tahunan. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, rangkaian Hari Santri tahun ini diarahkan untuk menegaskan kembali kontribusi ulama dan santri sekaligus memperkuat posisi pesantren dalam pembangunan Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Hari Santri menjadi momentum untuk melihat kembali jejak sejarah ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Ia menyinggung peristiwa 22 Oktober 1945 dan Resolusi Jihad yang menurutnya menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

“Para analis sejarah melihat bahwa seandainya tidak ada peristiwa yang kita kenal dengan peristiwa tanggal 22 Oktober 1945 itu, barangkali sejarah Indonesia akan tidak seperti sekarang,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, semangat perjuangan tersebut perlu diterjemahkan dalam konteks kekinian. Karena itu, peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya menghadirkan seremoni, tetapi juga membuka ruang bagi aspirasi, kreativitas, inovasi, hingga kemandirian ekonomi pesantren.

“Dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian acara, logo dan tema Hari Santri Tahun 2026 secara resmi diluncurkan,” katanya.

Kemenag telah menyiapkan sedikitnya 10 agenda utama yang berlangsung sejak September hingga Oktober.

Salah satu agenda yang membuka ruang langsung bagi suara santri adalah “Surat Santri untuk Presiden”, yang berlangsung 22 September hingga 8 Oktober. Program ini memberi kesempatan kepada santri untuk menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan mengenai masa depan Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sayembara tersebut mengangkat tiga isu utama: pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan terhadap kesejahteraan rakyat. Surat terbaik akan disampaikan kepada Presiden dan para pemenangnya dijadwalkan menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri.

Agenda berikutnya adalah Pesantren Award, yang berlangsung 22 September hingga 24 Oktober. Penghargaan ini ditujukan kepada individu maupun lembaga yang dinilai memberikan kontribusi terhadap penguatan pesantren.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, sejumlah kepala daerah yang aktif mendukung perkembangan pesantren juga akan menjadi bagian dari penerima penghargaan tersebut.

“Untuk Hari Santri tahun 2026, kita akan mencoba memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkontribusi dan aktif mendukung pesantren,” ujar Basnang.

Semangat kebersamaan juga akan dibawa melalui Perkemahan Pramuka Santri Nusantara di Kabupaten Malang pada 30 September–6 Oktober. Kegiatan ini dirancang mempertemukan santri dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren.

Sementara itu, Santri Vision pada 2–20 Oktober akan menjadi panggung bagi karya dan gagasan generasi pesantren. Program ini mencakup kategori Paper & Policy, Audio-Visual & Creative Media, serta Digital Innovation & Technology.

Kemenag ingin menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya gagasan, kreativitas, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan perubahan zaman.

Agenda penguatan kelembagaan dilanjutkan melalui Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren pada 8–9 Oktober. Forum ini diarahkan untuk menyusun peta jalan pengembangan pesantren di masa depan.

Pemerintah daerah juga akan dilibatkan dalam agenda tersebut. Kemenag berencana mengundang gubernur, bupati, dan wali kota, terutama daerah yang telah memiliki peraturan daerah mengenai pesantren.

Basnang mengatakan, pemerintah daerah yang belum memiliki perda pesantren diharapkan dapat segera menyusun regulasi sebagai bagian dari dukungan terhadap program-program pesantren.

Berikutnya, Mu'tamad Santri pada 14–15 Oktober akan menjadi forum akademik untuk memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, dan mendorong lahirnya pesantren yang memiliki daya saing global. Kegiatan ini dirancang secara hybrid dengan sekitar 250 peserta secara luring dan 500 peserta secara daring.

Pada 16 Oktober, Kemenag juga menghadirkan Festival Sarung dan Peci Santri. Sarung dan peci ditempatkan bukan sekadar sebagai atribut pesantren, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

Nasaruddin menekankan bahwa modernisasi tidak harus berarti meninggalkan tradisi.

“Karena salah satu identitas Pondok Pesantren itu sarung dan peci. Kita bisa meraih perkembangan ke depan yang lebih bagus tanpa harus meninggalkan tradisi asli kita, bangsa Indonesia,” ujarnya.

Namun, salah satu agenda yang paling menonjol adalah Expo Kemandirian Pesantren, yang dijadwalkan berlangsung 16–24 Oktober di Lapangan Banteng, Jakarta.

Expo tersebut akan menampilkan produk dan potensi ekonomi pesantren. Kemenag mencatat, sepanjang 2021–2025 sebanyak 4.185 pesantren telah mendapatkan bantuan program inkubasi. Sebagian di antaranya kemudian berkembang menjadi Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPES).

Produk yang akan ditampilkan antara lain makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta berbagai produk kreatif lainnya.

Menurut Basnang, expo tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperlihatkan perkembangan kewirausahaan pesantren dan dukungannya terhadap perekonomian masyarakat.

Rangkaian peringatan kemudian mencapai puncaknya pada Upacara Hari Santri 22 Oktober, tanggal yang secara nasional ditetapkan sebagai Hari Santri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Dua hari kemudian, pada 24 Oktober, Kemenag menjadwalkan Malam Bakti Santri untuk Negeri di Istora Senayan, Jakarta. Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama akan menggerakkan agenda tersebut, sementara Presiden Prabowo Subianto direncanakan untuk diundang menghadiri acara tersebut.

Dengan rangkaian agenda tersebut, Hari Santri 2026 tidak hanya diarahkan untuk mengenang sejarah. Kemenag menempatkan peringatan ini sebagai ruang untuk mempertemukan sejarah, pendidikan, inovasi, kebudayaan, aspirasi generasi muda, dan kemandirian ekonomi pesantren.

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” pada akhirnya membawa pesan bahwa kontribusi pesantren tidak berhenti di ruang kelas dan mimbar keagamaan. Pesantren juga didorong untuk mengambil bagian dalam menjawab tantangan pendidikan, lingkungan, ekonomi, teknologi, serta pembangunan bangsa. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://kemenag.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com