SHOLAT ISTISQO : Pemkab Bungo melakukan sholat meminta hujan

Saat Langit Bungo Tak Kunjung Menurunkan Hujan, Pemerintah Pilih Bersimpuh

Posted on 2026-09-03 19:44:54 dibaca 58 kali

MUARA BUNGO, bungopos.com — Di tengah kondisi cuaca kering yang melanda Kabupaten Bungo dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemerintah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, turut mengikuti Shalat Istisqa yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Lapangan Apel Mapolres Bungo, Kamis (3/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bungo AKBP Zamri Elvino, S.I.K., jajaran Forkopimda, personel TNI dan Polri, Kejaksaan, Pengadilan, serta sejumlah perwakilan instansi dan tamu undangan.

Bagi pemerintah daerah, pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga bagian dari refleksi bersama menghadapi kondisi lingkungan yang semakin kering serta ancaman karhutla yang perlu diantisipasi secara serius.

Tri Wahyu Hidayat menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan langkah nyata di lapangan sekaligus kesadaran spiritual masyarakat.

“Upaya lapangan seperti patroli, pemantauan titik panas, hingga pemadaman terus kita optimalkan. Namun, sebagai manusia, kita juga harus sadar akan keterbatasan. Shalat Istisqa ini adalah ikhtiar spiritual kita untuk bersimpuh memohon rahmat Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan menyejukkan bumi Bungo,” ujar Tri Wahyu Hidayat.

Shalat Istisqa dipimpin Ust. Drs. H. Duminis, Lc. Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Momentum Maulid dimanfaatkan Wakil Bupati untuk mengajak masyarakat tidak hanya memperbanyak doa, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga lingkungan dan membangun kepedulian sosial.

Menurutnya, menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah risiko kebakaran, terutama membuka lahan dengan cara membakar.

“Momen Maulid Nabi ini mari kita jadikan pengingat untuk meneladani Rasulullah SAW. Selain memperbanyak doa, saya mengimbau seluruh warga masyarakat Kabupaten Bungo agar bersama-sama menjaga lingkungan, salah satunya dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan lancar. Setelah doa bersama dan peringatan Maulid Nabi, kegiatan ditutup dengan ramah tamah.

Di tengah kekeringan yang membayangi Bungo, pesan yang disampaikan pemerintah menjadi semakin jelas: ikhtiar menghadapi ancaman karhutla harus berjalan beriringan antara kerja nyata, kepedulian terhadap lingkungan, dan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun membawa keselamatan serta keberkahan bagi masyarakat. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.bungokab.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com