Sadia Amjad

Datang dari Pakistan, Berjuang di Jambi, Sadia Amjad Pulang dengan Predikat Cum Laude

Posted on 2026-09-02 15:43:34 dibaca 53 kali

JAMBI, bungopos.com— Ribuan kilometer dari tanah kelahirannya di Pakistan, Sadia Amjad memilih menempuh perjalanan akademik yang tidak biasa. Ia datang ke Indonesia untuk mempelajari ilmu peternakan di Universitas Jambi (UNJA), beradaptasi dengan bahasa dan budaya baru, sekaligus membangun masa depan melalui ilmu pengetahuan.

Perjalanan panjang itu akhirnya berbuah manis. Mahasiswa Program Studi Peternakan dan Ilmu Ternak UNJA tersebut resmi menyandang predikat cum laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.

Bagi Sadia, pencapaian tersebut bukan sekadar angka di lembar akademik. Di baliknya terdapat proses panjang untuk beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali berbeda dari negara asalnya.

Sebagai mahasiswa internasional, ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bahasa, budaya, kehidupan sosial, hingga pola pembelajaran di lingkungan akademik Indonesia. Namun, Sadia justru melihat perbedaan tersebut sebagai kesempatan untuk berkembang.

“Saya mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara akademik, pribadi, dan budaya sambil mengejar minat saya dalam ilmu peternakan dan penelitian.”

Ketertarikannya terhadap dunia hewan, pertanian, produksi peternakan berkelanjutan, dan penelitian menjadi alasan utama Sadia memilih bidang peternakan.

Baginya, peternakan tidak sekadar berbicara mengenai produksi hewan. Sektor ini memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selama menempuh pendidikan di UNJA, Sadia aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan penelitian. Perhatiannya antara lain tertuju pada pertanian berkelanjutan dan nutrisi ternak, termasuk pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif.

Menariknya, sejak awal Sadia tidak menjadikan predikat cum laude sebagai satu-satunya tujuan.

Ia lebih memilih menjadikan proses belajar sebagai prioritas. Menurutnya, nilai tinggi dan gelar hanyalah konsekuensi dari kesungguhan menjalani proses pendidikan.

“Tujuan utama saya adalah melakukan yang terbaik dan memperoleh ilmu yang bermakna. Predikat cum laude menjadi salah satu hasil dari komitmen, konsistensi, dan kerja keras selama menjalani pendidikan.”

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar muncul ketika Sadia harus membagi waktu antara kewajiban akademik, penelitian, kehidupan pribadi, dan penyusunan skripsi.

Untuk mengatasinya, ia menerapkan manajemen waktu secara disiplin. Sadia membuat jadwal, membagi pekerjaan menjadi target-target kecil yang realistis, serta berusaha menyelesaikan tugas tanpa menundanya.

Ketika menghadapi persoalan akademik, ia juga tidak ragu berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

Bagi Sadia, konsistensi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga prestasi. Belajar secara rutin dan terorganisasi, menurutnya, jauh lebih efektif daripada mengandalkan sistem kebut semalam ketika ujian tiba.

Di balik pencapaiannya, terdapat pula dukungan dari keluarga, dosen, pembimbing, serta teman-teman yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.

Dukungan tersebut menjadi energi bagi Sadia untuk tetap bertahan dan melangkah ketika menghadapi berbagai tantangan hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan dengan predikat cum laude.

“Bermimpilah besar, bekerja dengan konsisten, dan jangan pernah membiarkan tantangan membuat Anda melupakan alasan mengapa Anda memulai.”

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Sadia tidak ingin berhenti di titik ini. Ia berencana mengembangkan karier di bidang penelitian, ilmu peternakan, pertanian berkelanjutan, dan keberlanjutan lingkungan.

Ia juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepada mahasiswa UNJA, Sadia berpesan agar tidak menjadikan IPK sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Jangan hanya berfokus pada hasil akhir atau IPK. Fokuslah pada proses belajar, pengembangan diri, dan menjadi pribadi yang konsisten.”

Ia mendorong mahasiswa untuk berani menetapkan tujuan, memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Kisah Sadia menunjukkan bahwa pendidikan mampu melampaui batas negara, bahasa, dan budaya. Dari Pakistan ke Jambi, ia membuktikan bahwa jarak bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dengan konsistensi, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, perjalanan yang jauh sekalipun dapat berujung pada pencapaian yang membanggakan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.unja.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com