CEK KOLESTEROL : Masyarakat yang melakukan cek kolesterol

Kolesterol Tinggi Tak Sekadar Soal Makanan, Bisa Diam-Diam Mengancam Jantung dan Stroke

Posted on 2026-09-01 23:09:20 dibaca 62 kali

YOGYAKARTA, bungopos.com — Kolesterol kerap dianggap sebagai persoalan sederhana yang hanya berkaitan dengan makanan berlemak. Padahal, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dan berlangsung dalam waktu lama dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Kondisi yang dikenal sebagai dislipidemia tersebut dapat memicu kerusakan pembuluh darah hingga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pada organ hati.

Dokter Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Gibran Ilham Setiawan, Sp.PD, menjelaskan bahwa kolesterol pada dasarnya tetap dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi. Persoalan muncul ketika kadarnya berlebihan dan terus terpapar dalam jangka panjang.

Sebenarnya kolesterol itu tetap dibutuhkan tubuh. Kayak bumbu gitu, asal jangan kebanyakan,” ujar Gibran dalam kegiatan edukasi mengenai kolesterol di Gedung Pusat UGM, Senin (31/8).

Menurutnya, kelebihan kolesterol dapat berkontribusi terhadap terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung dan stroke.

Kenali Tiga Jenis Lemak dalam Darah

Masyarakat juga perlu memahami bahwa istilah “kolesterol” tidak hanya merujuk pada satu jenis zat. Setidaknya terdapat tiga komponen penting yang perlu diperhatikan, yakni Low Density Lipoprotein (LDL), High Density Lipoprotein (HDL), dan trigliserida.

LDL sering disebut sebagai kolesterol “jahat” karena kadar yang tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah. Sebaliknya, HDL dikenal sebagai kolesterol “baik” yang berperan membantu membawa kolesterol dari jaringan tubuh kembali ke hati untuk diproses.

Sementara itu, trigliserida merupakan salah satu bentuk lemak dalam darah yang dapat meningkat ketika tubuh memiliki kelebihan kalori yang tidak segera digunakan.

Namun, Gibran mengingatkan bahwa tingginya kadar kolesterol tidak selalu semata-mata disebabkan pola makan atau kurang olahraga.

Bila sudah berupaya memperbaiki gaya hidup namun masih memiliki kadar kolesterol tinggi, perlu berkonsultasi untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya,” katanya.

Faktor usia, riwayat keluarga, kondisi kesehatan tertentu, serta berbagai faktor risiko lainnya juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang.

Ubah Kebiasaan Selama 30 Hari

Untuk membantu mengendalikan kadar kolesterol, Gibran mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Perubahan tersebut dapat dimulai dengan memperhatikan pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga kualitas tidur, serta membatasi konsumsi gorengan, lemak jenuh, dan minuman manis.

Menurutnya, membangun kebiasaan baru dapat dimulai dengan target sederhana selama 30 hari. Perubahan kecil tetapi konsisten dinilai lebih penting daripada upaya sesaat.

Di sisi lain, penggunaan obat penurun kolesterol juga harus dilakukan secara tepat. Obat tidak dapat diposisikan sebagai pengganti pola hidup sehat.

Obat itu bukan pengganti gaya hidup,” tegas Gibran.

Karena itu, keputusan menggunakan obat perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan.

UGM Dorong Skrining Kesehatan Secara Berkala

Kepala Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu (BPKT) UGM, Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes., mengatakan UGM terus mendorong sivitas akademika untuk lebih aktif menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin dan perubahan gaya hidup.

Edukasi mengenai kolesterol tersebut diberikan kepada staf pendidikan UGM yang memiliki riwayat kadar kolesterol tinggi berdasarkan pemeriksaan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) pada Agustus 2026.

Andreasta menegaskan bahwa hasil pemeriksaan Posbindu seharusnya tidak berhenti sebagai angka dalam lembar pemeriksaan. Hasil tersebut harus menjadi pijakan untuk melakukan tindak lanjut dan memperbaiki kebiasaan hidup.

Kami ingin mendorong dosen dan tenaga kependidikan melakukan screening rutin,” ujarnya.

Pemeriksaan secara berkala memungkinkan perubahan kondisi kesehatan diketahui lebih dini sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

BPKT UGM sendiri mengoordinasikan berbagai fasilitas layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika, mulai dari Rumah Sakit Akademik UGM, Gadjah Mada Medical Center (GMC), Klinik Korpagama, hingga layanan promotif dan preventif seperti Posbindu.

Andreasta juga mengingatkan bahwa mengetahui kondisi kesehatan saja belum cukup. Hasil pemeriksaan harus diikuti dengan perubahan perilaku.

Kita mengajak peserta menerapkan gaya hidup sehat. Ya, pola makan, aktivitas fisik, pengelolaan stres, beban kerja,” katanya.

Konsultasi Gizi Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Dokter GMC UGM, dr. Yuniantika, M.P.H., menjelaskan bahwa peserta yang memiliki persoalan kolesterol dapat memanfaatkan layanan konsultasi gizi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih personal.

Konsultasi tidak hanya melihat makanan apa yang dikonsumsi, tetapi juga memperhatikan kebiasaan makan, jumlah porsi, kondisi kesehatan, serta penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes.

Dari hasil konsultasi tersebut, peserta dapat memperoleh rencana menu yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Evaluasi kemudian dapat dilakukan kembali setelah beberapa minggu atau sekitar satu bulan untuk melihat perkembangan dan menyesuaikan pola makan jika diperlukan.

Pendekatan personal tersebut penting karena kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Pola makan yang sesuai bagi seseorang belum tentu tepat bagi orang lain, terutama ketika terdapat penyakit penyerta atau faktor risiko tertentu.

Klinik Korpagama Jadi Pintu Pertama Pelayanan Kesehatan

Sementara itu, Kepala Klinik Korpagama UGM, dr. Wahyudi Istiono, M.Kes., Sp.KKLP, memperkenalkan Klinik Korpagama sebagai fasilitas kesehatan primer yang dapat menjadi pintu pertama bagi sivitas akademika dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Klinik tersebut beroperasi selama 24 jam tanpa hari libur dan menyediakan berbagai layanan, mulai dari dokter keluarga, psikologi, skrining kesehatan, hingga layanan yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Akademik UGM apabila pasien membutuhkan penanganan spesialis.

Kita sudah melayani Bapak Ibu sekalian mulai dari tahun yang lalu, yaitu 24 jam, tiada hari libur, nonstop,” ujar Wahyudi.

Dalam sesi diskusi, peserta juga menanyakan mengenai konseling dokter keluarga dan kapan layanan tersebut diperlukan.

Wahyudi menjelaskan bahwa kedokteran keluarga tidak hanya melihat penyakit yang dialami seseorang, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keluarga dan lingkungan tempat pasien menjalani kehidupannya.

Pendekatan tersebut penting terutama untuk persoalan kesehatan kronis yang membutuhkan pemantauan jangka panjang. Dengan memahami kebiasaan dan lingkungan keluarga, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih awal sehingga risiko masalah kesehatan yang sama tidak berkembang pada anggota keluarga lainnya.

Jangan Biarkan Kolesterol Berhenti Sebagai Angka

Edukasi yang digelar UGM menegaskan satu pesan penting: hasil pemeriksaan kesehatan bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk melakukan perubahan.

Kolesterol tinggi dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan berkala menjadi penting untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul komplikasi.

Menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, tidur yang cukup, mengelola stres, membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan gorengan, serta mengurangi minuman manis merupakan bagian dari langkah sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten.

Ketika diperlukan, konsultasi dengan dokter, ahli gizi, maupun fasilitas kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dengan demikian, angka kolesterol dalam hasil pemeriksaan tidak sekadar menjadi catatan kesehatan. Ia seharusnya menjadi alarm untuk bergerak—mengubah kebiasaan hari ini demi menjaga jantung, pembuluh darah, dan kualitas hidup di masa depan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://ugm.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com