INOVASI : Membayar sesuatu kini cukup tempel sidik jari

Inovasi Baru Sistem Pembayaran, Tak Perlu ATM dan Ponsel Cukup Tempel Sidik Jari

Posted on 2026-08-17 23:21:22 dibaca 100 kali

YOGYAKARTA, bungopos.com — Bayangkan berbelanja tanpa perlu mengeluarkan dompet, kartu, atau bahkan telepon genggam. Cukup menempelkan sidik jari, transaksi selesai dalam hitungan detik. Gagasan yang terdengar futuristik itu kini mulai diwujudkan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik bernama Polpay.

Inovasi yang lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini menawarkan cara baru dalam bertransaksi dengan menggabungkan kecepatan, keamanan, dan kemudahan dalam satu sistem. Polpay memungkinkan pengguna melakukan pembayaran hanya dengan autentikasi sidik jari melalui perangkat Electronic Data Capture (EDC), tanpa lagi bergantung pada kartu maupun smartphone.

Di balik kemudahan tersebut, tim pengembang membangun sistem keamanan berlapis. Data sidik jari diproses menggunakan teknologi edge computing, sehingga sebagian besar pemrosesan dilakukan langsung pada perangkat sebelum dikirim ke server. Seluruh informasi kemudian dienkripsi menggunakan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) dan dikirim melalui protokol SSL/TLS, teknologi yang lazim digunakan untuk melindungi transaksi digital.

Ketua tim Polpay, Tiara Ramadhani, menjelaskan bahwa inovasi ini hadir sebagai alternatif pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi serupa yang umumnya membutuhkan investasi infrastruktur yang mahal. Menurutnya, Polpay dirancang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang digagas Bank Indonesia untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang modern, inklusif, dan terpercaya.

“Melalui inovasi ini, kami berharap masyarakat dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, tanpa lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler,” ujar Tiara.

Perjalanan mengembangkan Polpay tidak berlangsung mudah. Bersama Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira, Tiara menghadapi tantangan besar untuk memastikan setiap komponen sistem memiliki standar keamanan yang tinggi.

Farabi mengungkapkan bahwa fokus utama tim adalah membangun perlindungan data yang kuat. Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan sistem pembayaran berbasis sidik jari karena teknologi tersebut belum banyak diterapkan secara luas di dalam negeri. Namun, ia juga mengakui bahwa perlindungan data pribadi masih menjadi aspek yang terus disempurnakan.

Sementara itu, Marcelino menuturkan bahwa proses pengembangan berlangsung dinamis. Hampir setiap hari, tim menemukan ruang untuk meningkatkan performa perangkat lunak maupun memilih komponen yang lebih efisien. Menurutnya, penerapan privacy-preserved architecture bersama edge computing menjadi fondasi penting agar transaksi tetap aman tanpa mengorbankan privasi pengguna.

Selain keamanan, kecepatan transaksi juga menjadi perhatian utama. Dengan memanfaatkan edge computing, beban pemrosesan pada server pusat dapat dikurangi sehingga proses pembayaran berlangsung lebih cepat.

Namun, menghadirkan teknologi canggih dengan biaya yang tetap terjangkau bukan perkara sederhana. Fakhri mengungkapkan bahwa tim harus mencari berbagai solusi agar implementasi edge computing tidak membuat biaya perangkat melonjak, sehingga Polpay tetap realistis untuk diterapkan secara luas.

Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil. Polpay berhasil memperoleh pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta, sebuah pencapaian yang menjadi batu loncatan menuju panggung yang lebih besar.

Kini, tim UGM itu tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan digelar di Universitas Diponegoro pada November mendatang. Bagi mereka, Polpay bukan sekadar proyek kompetisi, melainkan langkah awal menuju masa depan pembayaran digital Indonesia—di mana sidik jari dapat menjadi “dompet” paling aman, paling praktis, dan paling dekat dengan setiap orang. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://ugm.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com