PEMBERIAN BANTUAN : Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Batang Hari, Mohd Haramen, S.E, M.E.Sy menyerahkan bantuan dari Baznas

Ditengah Puing Kebakaran dan Air Mata di Pemayung, Baznas Batang Hari Hadir Menyalahkan Harapan

Posted on 2026-08-11 23:12:29 dibaca 463 kali

BATANG HARI, bungopos.com - Dalam rentang waktu kurang dari sepekan, api seolah datang tanpa jeda ke Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari. Tiga kebakaran terjadi berturut-turut, menyisakan rumah yang rata dengan tanah, tempat anak-anak belajar mengaji yang berubah menjadi puing, serta keluarga yang harus menatap sisa-sisa kehidupan mereka di antara arang dan reruntuhan.

Kamis, 6 Agustus 2026, dini hari, kobaran api melalap rumah Misnah Wati. Belum sempat suasana benar-benar pulih dari musibah itu, Senin, 10 Agustus, api kembali berkobar. Kali ini bukan rumah warga, melainkan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) di Desa Lopak Aur, tempat anak-anak menimba ilmu agama dan belajar mengaji.

Sehari kemudian, Selasa, 11 Agustus, sekitar pukul 08.00 WIB, kabar kebakaran kembali datang dari wilayah yang sama. Rumah Yuliana di Desa Pulau Raman dilalap api.

Tiga kejadian dalam hitungan hari.

Tiga tempat yang berbeda.

Namun meninggalkan luka yang hampir sama yakni kehilangan.

Di lokasi kebakaran rumah Misnah Wati dan Yuliana, puing-puing bangunan masih berserakan. Kayu yang hangus, seng yang rusak, perabotan yang tak lagi dapat digunakan, serta sisa-sisa bangunan menjadi saksi betapa cepat api mengubah sebuah rumah menjadi reruntuhan.

Tidak ada lagi ruang keluarga seperti sebelumnya. Tidak ada lagi tempat beristirahat yang utuh. Yang tersisa adalah tanah, abu, puing dan kenangan.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan mulai bergerak.

BAZNAS Kabupaten Batang Hari bersama Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hadir di lokasi untuk memberikan bantuan kepada korban kebakaran.

Untuk korban Misnah Wati dan Yuliana, bantuan BAZNAS disalurkan langsung ke lokasi. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Batang Hari, Mohd Haramen, S.E., M.E.Sy., yang juga Ketua BAZNAS Tanggap Bencana, turun langsung bersama penyuluh agama KUA Pemayung untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang terdampak.

Perjalanan menuju rumah Yuliana di Desa Pulau Raman bahkan bukan perjalanan yang mudah.

Dari perjalanan darat menggunakan kendaraan roda dua,menuju kawasan Desa Teluk. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menyeberangi Sungai Batang Hari menggunakan ketek kecil. Setelah menyeberang, perjalanan kembali berlanjut melewati jalan tanah yang berdebu hingga akhirnya tiba di lokasi rumah korban.

Perjalanan panjang itu seolah menjadi gambaran kecil tentang bagaimana bantuan harus menempuh jalan yang tidak selalu mudah untuk mencapai mereka yang sedang tertimpa musibah.

Sesampainya di lokasi, pemandangan yang terlihat jauh dari kata biasa.

Puing-puing rumah bekas kebakaran masih berserakan.

Di antara reruntuhan itu, bantuan diserahkan kepada korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan agar mereka tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.

Bagi korban, bantuan mungkin tidak akan mengembalikan rumah dalam satu malam.

Tidak akan menghapus kejadian yang sudah berlalu.

Tetapi kehadiran orang-orang yang datang membawa kepedulian memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar apa yang ada di dalam paket bantuan."Saya hari ini membawa titipan para masyarakat Batang Hari yang menitipkan zakatnya ke Baznas. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban bapak,'' ucap Mohd Haramen ke keluarga korban

Haramen sendiri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Batang Hari yang telah mempercayai Baznas untuk menyalurkan zakatnya. Semoga diberikan keberkahan dan keridhoaan oleh Allah SWT. "Muzakki bahagia, mustahiq sejahtera,'"  tukas bapak dari dua orang anak ini. (***)

Penulis: Arya Abisatya
Editor: Arya Abisatya
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com