PERSAINGAN : Bisnis UMKM makin ketat

Pasar UMKM Nyaris Mati: Pertumbuhan Cuma 0,07 Persen, Ruang Pemain Baru Makin Sempit

Posted on 2026-08-08 19:14:09 dibaca 185 kali

JAKARTA, bungopos.com — Pertumbuhan jumlah unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan gejala kejenuhan. Di tengah besarnya peran UMKM sebagai penopang ekonomi, pertambahan jumlah pelaku usaha justru bergerak sangat tipis.

Data dalam grafik pertumbuhan yang direlease CELIOS menunjukkan jumlah unit usaha 2024–2025 secara keseluruhan pertumbuhan pasar usaha hanya sekitar 0,07% dalam setahun. Angka ini menjadi sinyal bahwa ruang untuk menambah pemain baru di sejumlah sektor usaha semakin terbatas.

Kondisi paling mencolok terlihat pada sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor, yang pertumbuhannya hanya 0,07%. Padahal, sektor tersebut merupakan salah satu bidang yang banyak menjadi pilihan masyarakat untuk memulai usaha.

Sektor lain juga tidak menunjukkan ekspansi yang berarti. Pendidikan dan real estat masing-masing hanya tumbuh 0,01%, sedangkan pengangkutan dan pergudangan serta aktivitas kesehatan dan sosial hanya 0,02%. Bahkan, sektor pertambangan dan penggalian tercatat nyaris tidak bertambah, yakni 0,00%.

Sebaliknya, sektor industri pengolahan menjadi yang paling tinggi dengan pertumbuhan 0,20%, disusul penyewaan, ketenagakerjaan dan agen perjalanan sebesar 0,15%, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 0,13%.

Bukan Lagi Sekadar Persoalan Menambah Jumlah UMKM

Angka tersebut menunjukkan persoalan UMKM kini mungkin bukan lagi semata-mata bagaimana menciptakan sebanyak mungkin pelaku usaha baru. Tantangannya bergeser menjadi bagaimana membuat usaha yang sudah ada bertahan, berkembang, dan naik kelas.

Indikasi tersebut sejalan dengan berbagai persoalan yang masih dihadapi industri mikro dan kecil. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses dan modal, kualitas sumber daya manusia dan manajemen, serta aspek legalitas. Bahkan pada industri mikro dan kecil manufaktur, pertumbuhan produksi sepanjang 2024 hanya 0,04% secara tahunan. BPS menyebut angka tersebut sebagai salah satu indikator untuk melihat perkembangan industri mikro dan kecil.

Artinya, persoalannya mulai terlihat seperti pasar yang semakin padat tetapi pertumbuhannya semakin tipis. Ketika pemain baru terus masuk ke sektor-sektor yang sama, sementara permintaan dan kapasitas pasar tidak berkembang dengan kecepatan yang sebanding, persaingan antar-UMKM pun berpotensi semakin ketat. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://celios.co.id/research/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com