GRAFIS : Kenaikan pengeluaran per kapita warga tebo

Belanja Warga Tebo Meningkat 14,6%, Namun Pengeluaran Masih di Bawah Ambang Kelas Menengah

Posted on 2026-08-03 22:54:54 dibaca 137 kali

TEBO, bungopos.com — Pengeluaran rumah tangga di Kabupaten Tebo meningkat sepanjang 2025, memberikan sinyal bahwa konsumsi domestik mulai menguat di tengah tekanan biaya hidup. Namun, kenaikan tersebut belum cukup mengangkat mayoritas masyarakat ke kelompok kelas menengah berdasarkan klasifikasi Badan Pusat Statistik (BPS).

Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Tebo mencapai Rp1.201.008 per bulan pada 2025, naik 14,6 persen dibandingkan Rp1.047.860 pada tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sehingga peningkatan belanja ini menjadi indikator positif bagi aktivitas ekonomi daerah.

Meski demikian, angka tersebut masih berada jauh di bawah batas bawah kelompok kelas menengah menurut BPS, yakni sekitar Rp2,04 juta hingga Rp9,92 juta per kapita per bulan. Sementara itu, masyarakat kelas atas atau kelompok kaya memiliki tingkat pengeluaran minimal Rp10 juta per kapita per bulan. Dengan kata lain, rata-rata pengeluaran masyarakat Tebo baru mencapai sekitar 59 persen dari ambang awal kelompok kelas menengah.

Komposisi belanja juga menunjukkan karakteristik ekonomi yang masih bertumpu pada pemenuhan kebutuhan dasar. Sekitar 57 persen dari total pengeluaran, atau Rp686.631 per kapita setiap bulan, masih dialokasikan untuk makanan. Porsi yang tinggi tersebut umumnya mencerminkan tingkat pendapatan yang relatif terbatas, karena rumah tangga berpenghasilan rendah cenderung mengalokasikan sebagian besar pengeluarannya untuk kebutuhan konsumsi pokok.

Kelompok pengeluaran terbesar berasal dari makanan dan minuman jadi sebesar Rp143.899 per kapita per bulan. Posisi berikutnya ditempati rokok sebesar Rp106.496, diikuti padi-padian sebesar Rp102.472.

Besarnya pengeluaran untuk rokok menjadi salah satu temuan paling menonjol dalam struktur konsumsi masyarakat. Nilainya lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk ikan maupun buah-buahan, menunjukkan bahwa peningkatan daya beli belum sepenuhnya diikuti perubahan preferensi menuju konsumsi yang lebih produktif dan mendukung kualitas kesehatan.

Di sisi lain, terdapat indikasi perbaikan pola konsumsi pada beberapa kelompok pangan. Pengeluaran untuk ikan, udang, cumi, dan kerang meningkat menjadi Rp61.653, sedangkan belanja sayur-sayuran mencapai Rp85.479 per kapita per bulan. Sebaliknya, konsumsi buah-buahan turun menjadi Rp36.762, sementara pengeluaran untuk telur dan susu juga mengalami penurunan tipis. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa peningkatan belanja belum sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas gizi rumah tangga.

Pada kelompok nonmakanan, rata-rata pengeluaran meningkat menjadi Rp514.377 per bulan. Kenaikan terutama berasal dari pembelian barang tahan lama, aneka barang dan jasa, serta pajak dan asuransi. Sebaliknya, belanja untuk pesta dan upacara turun tajam dari Rp151.148 menjadi Rp22.280, mengindikasikan perubahan prioritas rumah tangga menuju pengeluaran yang lebih esensial.

Secara ekonomi, peningkatan konsumsi memberikan dorongan positif terhadap aktivitas perdagangan dan pertumbuhan daerah. Namun, struktur pengeluaran menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga Tebo masih berada pada fase pemenuhan kebutuhan dasar, bukan peningkatan kualitas hidup. Dominasi belanja pangan serta tingginya konsumsi rokok menjadi sinyal bahwa pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi investasi pada kesehatan maupun sumber daya manusia.

Bagi pemerintah daerah, temuan ini memiliki dua implikasi. Pertama, menjaga daya beli tetap menjadi prasyarat utama untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Kedua, peningkatan kesejahteraan tidak cukup diukur dari bertambahnya nominal pengeluaran, tetapi juga dari perubahan komposisi konsumsi menuju pangan bergizi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan produktif lainnya.

Dengan rata-rata pengeluaran yang masih berada di bawah ambang kelas menengah nasional, tantangan Kabupaten Tebo ke depan bukan hanya mendorong masyarakat agar membelanjakan lebih banyak, melainkan memastikan bahwa setiap kenaikan pendapatan mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas hidup yang berkelanjutan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: BPS, Tebo Dalam Angka
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com