CENDERAMATA : Rektor Unja, Prof Dr H Helmi memberikan cenderamata ke Menpora, Erick Thohir

UNJA Jadi Panggung Nasional Gerakan Mahasiswa, Erick Thohir: "Jangan Berhenti di Wacana, Saatnya Melahirkan Solusi"

Posted on 2026-07-27 22:51:18 dibaca 45 kali

MUARO JAMBI, bungopos.com  — Senin pagi di Kampus Universitas Jambi tidak sekadar menandai dimulainya sebuah agenda organisasi mahasiswa. Di Auditorium Unifac Lantai 1, ratusan delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul membawa satu harapan yang sama: merumuskan arah baru gerakan mahasiswa Indonesia di tengah dunia yang berubah semakin cepat.

Ketika dentuman rebana menggema sebagai penanda resmi dibukanya Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke-XIX, Universitas Jambi (UNJA) seketika berubah menjadi panggung nasional tempat gagasan, kepemimpinan, dan semangat perubahan dipertemukan. Di hadapan para mahasiswa, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, membuka forum tersebut dengan sebuah pesan yang lugas: masa depan Indonesia tidak boleh hanya dibangun oleh retorika, tetapi oleh keberanian untuk bertindak.

Momentum itu turut disaksikan Rektor Universitas Jambi Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., jajaran pimpinan universitas, Koordinator Pusat BEM SI Muhammad Ikram, serta Ketua BEM UNJA Rahmad Dzaki bersama para delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam pidatonya, Erick Thohir menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama perjalanan panjang bangsa menuju satu abad Indonesia merdeka. Menurutnya, generasi muda hari ini bukan sekadar pewaris masa depan, melainkan penentu arah perjalanan bangsa pada dekade-dekade mendatang. Karena itu, pemerintah berkewajiban membuka ruang seluas-luasnya bagi lahirnya kolaborasi antara negara dan anak muda.

"Ini adalah generasi yang menentukan 100 tahun Indonesia ke depan. Saya mungkin sudah tidak muda lagi, tetapi kepedulian saya terhadap anak muda tidak pernah berkurang. Pemerintah harus memberikan ruang agar mahasiswa dapat berdiskusi, berkolaborasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa," ujar Erick.

Pesan tersebut semakin menguat ketika ia menyinggung tantangan besar yang sedang dihadapi Indonesia di era transformasi digital. Baginya, persoalan bangsa saat ini bukan lagi kekurangan gagasan. Hampir semua orang berbicara tentang digitalisasi, inovasi, dan kecerdasan buatan. Namun yang jauh lebih penting adalah keberanian mengubah ide menjadi kebijakan, inovasi menjadi implementasi, dan diskusi menjadi solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Kita harus menjadi realita, bukan hanya wacana. Saya berharap forum ini melahirkan langkah nyata. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi," tegasnya, disambut tepuk tangan para peserta.

Bagi Universitas Jambi, kepercayaan menjadi tuan rumah Munas BEM SI XIX bukan sekadar kehormatan institusional. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengakuan bahwa kampus di ujung barat Pulau Sumatra tersebut kini dipercaya menjadi ruang strategis bagi lahirnya pemikiran-pemikiran besar mahasiswa Indonesia.

Rektor UNJA, Prof. Helmi, menyampaikan bahwa forum nasional seperti ini memiliki arti yang jauh melampaui agenda musyawarah organisasi. Di tengah beragam latar belakang budaya, bahasa, dan daerah asal para peserta, mahasiswa hadir sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus calon pemimpin yang kelak menentukan wajah Indonesia.

"Kalian semua adalah perekat persatuan bangsa sekaligus bagian penting dari kemajuan Indonesia. Selamat bermusyawarah. Semoga seluruh rangkaian kegiatan menghasilkan keputusan terbaik bagi rakyat dan mahasiswa Indonesia," ujarnya.

Optimisme serupa disampaikan Koordinator Pusat BEM SI, Muhammad Ikram. Menurutnya, gerakan mahasiswa Indonesia sedang memasuki babak baru yang menuntut kemampuan berkolaborasi lebih luas daripada sebelumnya. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok yang menyampaikan kritik kepada pemerintah. Mereka juga harus hadir di tengah masyarakat, mendampingi berbagai persoalan sosial, sekaligus menawarkan jalan keluar yang dapat diwujudkan bersama.

"Munas bukanlah akhir perjalanan organisasi, melainkan awal dari sejarah baru gerakan mahasiswa Indonesia. Hari ini BEM harus semakin dekat dengan masyarakat agar manfaat keberadaannya benar-benar dirasakan," katanya.

Semangat itu juga tercermin dari harapan Ketua BEM UNJA sekaligus Ketua Pelaksana Munas BEM SI XIX, Rahmad Dzaki. Baginya, forum nasional ini merupakan ruang yang mempertemukan ribuan harapan dari Sabang hingga Merauke. Di tengah derasnya perubahan global, mahasiswa dituntut tidak hanya mampu menyesuaikan diri, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan yang menghadirkan dampak nyata.

"Hari ini kita mempertemukan harapan generasi bangsa. Delegasi datang dari berbagai daerah di Indonesia. Kami berharap yang lahir dari forum ini bukan hanya program kerja, tetapi gerakan yang benar-benar dijalankan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa wajah gerakan mahasiswa Indonesia sedang mengalami transformasi. Jika pada masa lalu mahasiswa identik dengan demonstrasi dan kritik sosial, maka generasi hari ini ditantang untuk melengkapi keberanian tersebut dengan inovasi, kolaborasi, dan solusi yang mampu menjawab persoalan bangsa secara konkret.

Menjelang berakhirnya pembukaan, Universitas Jambi menyerahkan cenderamata kepada Menpora RI, Gubernur Jambi, dan Kapolda Jambi sebagai bentuk penghargaan atas dukungan terhadap penyelenggaraan Munas BEM SI XIX. Namun simbol penghormatan itu sesungguhnya menjadi penutup dari sebuah pembuka yang lebih besar: dimulainya ruang dialog nasional yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam satu visi membangun Indonesia.

Selama beberapa hari ke depan, Universitas Jambi akan menjadi rumah bagi lahirnya berbagai rekomendasi strategis dari mahasiswa seluruh Indonesia. Di kampus yang hari itu dipenuhi semangat persatuan, Munas BEM SI XIX diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga menyalakan kembali keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk berpikir bersama, bergerak bersama, dan bertindak bersama demi masa depan Indonesia. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.unja.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com