PERINGATAN DINI : Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi

Kebakaran Hutan dan Lahan Ancam Jambi, Satelit Rekam 3.717 Peringatan dan Ratusan Ha Tutupan Pohon Hilang

Posted on 2026-07-26 17:26:13 dibaca 65 kali

JAMBI, bungopos.com – Ketika dunia berlomba menekan laju perubahan iklim, Provinsi Jambi justru masih bergulat dengan ancaman yang terus berulang: kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data pemantauan satelit Global Forest Watch (GFW) menunjukkan, sepanjang 11 Juli 2022 hingga 6 Juli 2026, Jambi mencatat 3.717 peringatan kebakaran (VIIRS Fire Alerts). Angka tersebut menjadi alarm serius bahwa ancaman terhadap hutan, lahan gambut, dan kualitas lingkungan di provinsi ini belum benar-benar berakhir.

Peringatan tersebut bukan sekadar angka di layar komputer. Setiap sinyal yang ditangkap satelit menggambarkan potensi munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila tidak segera ditangani. Bagi Jambi yang memiliki bentang hutan tropis, kawasan gambut, dan perkebunan yang luas, setiap peringatan adalah peringatan dini terhadap kemungkinan bencana ekologis.

Berbeda dengan data hotspot konvensional, VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite) merupakan teknologi satelit beresolusi tinggi yang mampu mendeteksi indikasi panas secara hampir real time. Sistem ini digunakan oleh pemerintah, ilmuwan, dan lembaga internasional untuk memantau kebakaran di berbagai belahan dunia sehingga menjadi salah satu rujukan penting dalam mitigasi karhutla.

Grafik historis GFW memperlihatkan bahwa aktivitas kebakaran di Jambi bersifat fluktuatif, tetapi memiliki pola yang jelas. Lonjakan tajam hampir selalu terjadi pada musim kemarau, saat vegetasi mengering dan lahan gambut kehilangan kelembapannya. Pada beberapa periode, jumlah peringatan bahkan melampaui 180 peringatan dalam satu minggu, menunjukkan betapa cepatnya potensi kebakaran dapat meningkat ketika kondisi cuaca mendukung.

Yang lebih mengkhawatirkan, ancaman tersebut berjalan beriringan dengan terus berkurangnya tutupan pohon di Jambi.

Data Global Forest Watch mencatat bahwa pada 2025, Jambi kehilangan sekitar 76 hektare tutupan pohon, dengan 1,1 hektare di antaranya berkaitan dengan kebakaran. Setahun sebelumnya, 2024, kehilangan tutupan pohon mencapai 91 hektare, sedangkan sekitar 1,4 hektare dipicu oleh kebakaran.

Sementara itu, pada 2023 dan 2022, kehilangan tutupan pohon masing-masing tercatat sekitar 94 hektare. Pada kedua tahun tersebut, luas kehilangan tutupan pohon yang dikaitkan dengan kebakaran mencapai sekitar 900 hektare, menunjukkan bahwa ketika kebakaran terjadi dalam skala besar, dampaknya terhadap ekosistem dapat meningkat secara drastis.

Meski demikian, kondisi pada 2026 menunjukkan sinyal yang relatif lebih terkendali. Hingga saat ini, Global Forest Watch mencatat 1 peringatan kebakaran VIIRS dengan tingkat keyakinan tinggi di Jambi. Jumlah tersebut masih berada dalam kategori normal dibandingkan tren tahunan sejak 2012.

Namun, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa situasi dapat berubah sangat cepat. Tahun 2019 masih menjadi periode paling buruk, ketika Jambi mencatat 1.958 peringatan kebakaran dalam satu tahun—sebuah rekor yang menjadi pengingat betapa besarnya ancaman karhutla apabila pengawasan dan pencegahan melemah.

Para ahli lingkungan menilai, kombinasi perubahan iklim, musim kemarau yang semakin ekstrem, serta aktivitas manusia dalam pembukaan lahan menjadi faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, strategi penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman, tetapi harus mengutamakan pencegahan, mulai dari patroli rutin, pemantauan satelit, pengelolaan lahan gambut, edukasi masyarakat, hingga penegakan hukum terhadap praktik pembakaran ilegal.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, angka 3.717 peringatan kebakaran dalam empat tahun terakhir menjadi pesan yang tegas: menjaga hutan bukan lagi sekadar isu konservasi, melainkan investasi untuk melindungi kesehatan masyarakat, ketahanan ekonomi, keberlanjutan sumber daya alam, dan masa depan Jambi di tengah krisis iklim global. (***)

Penulis: Arya Abisatya
Editor: Arya Abisatya
Sumber: Global Forest Watch (www.globalforestwatch.org
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com