KAMPUS : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Setahun Menepi, Alumni MAN 1 Bungo Daffa Liyan Membuktikan Mimpi Tembus Kuliah di ISI Padang

Posted on 2026-07-20 15:04:45 dibaca 33 kali

MUARA BUNGO, bungopos.com – Tidak semua perjalanan menuju bangku kuliah berlangsung lurus. Ada yang harus berhenti sejenak, menata kembali arah, lalu melangkah dengan keyakinan yang lebih kuat. Itulah kisah yang kini menginspirasi banyak orang dari Kabupaten Bungo.

Daffa Liyan Pradela, alumni MAN 1 Bungo Tahun Pelajaran 2024/2025, berhasil menembus Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Ia diterima pada Program Studi Produksi Media (Sarjana Terapan), sebuah program yang mempersiapkan generasi kreatif di bidang media, seni, dan industri kreatif Indonesia.

Keberhasilan ini terasa lebih istimewa karena diraih setelah Daffa menjalani masa jeda selama satu tahun usai menamatkan pendidikan di madrasah. Di saat sebagian besar teman seangkatannya telah memulai kehidupan sebagai mahasiswa, Daffa memilih mengambil waktu untuk mempersiapkan diri sebelum kembali bertarung di seleksi nasional.

Pilihan itu bukanlah jalan yang mudah.

Selama setahun, ia harus menghadapi keraguan, menjaga motivasi tetap menyala, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri. Namun, masa jeda itu justru menjadi ruang untuk bertumbuh. Ia memanfaatkan waktunya dengan belajar lebih serius, memperdalam kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan SNBT yang dikenal sangat kompetitif.

Ketika ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri, Daffa berhasil membuktikan bahwa ketekunan mampu mengalahkan rasa takut akan keterlambatan.

Hasilnya, namanya resmi tercantum sebagai mahasiswa baru ISI Padangpanjang.

Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi keluarga besar MAN 1 Bungo.

Pihak madrasah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian alumninya tersebut. Menurut mereka, prestasi Daffa menjadi bukti bahwa kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi tidak dibatasi oleh waktu. Siapa pun masih memiliki peluang yang sama selama memiliki tekad, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

Lebih dari sekadar kabar kelulusan, kisah Daffa menyampaikan pesan yang relevan bagi banyak anak muda yang mungkin sedang merasa tertinggal. Di tengah tekanan untuk segera berhasil setelah lulus sekolah, perjalanan Daffa menunjukkan bahwa setiap orang memiliki ritme kehidupannya sendiri.

Kesuksesan bukan selalu milik mereka yang paling cepat melangkah, melainkan juga bagi mereka yang tidak berhenti melangkah.

Bagi dunia pendidikan, kisah ini menjadi pengingat bahwa "gap year" bukanlah akhir dari cita-cita. Dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, masa jeda justru dapat menjadi periode pembentukan karakter, memperkuat kesiapan mental, dan memantapkan pilihan masa depan.

Daffa sendiri merangkum perjalanan panjangnya dalam kalimat sederhana yang sarat makna.

"Tidak ada kata terlambat untuk meraih mimpi. Selama masih ada usaha dan doa, peluang untuk sukses akan selalu terbuka."

Pesan itu kini bergema lebih luas dari sekadar ruang kelas MAN 1 Bungo. Ia menjadi pengingat bahwa setiap mimpi memiliki waktunya sendiri untuk mekar.

Dan bagi Daffa Liyan Pradela, satu tahun menunggu ternyata bukanlah waktu yang hilang, melainkan investasi yang mengantarkannya menuju gerbang masa depan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://man1bungo.mdrsh.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com