GRAFIS : Luas perkebunan rakyat di kabupaten Bungo
MUARA BUNGO, bungopos.com – Lanskap perkebunan di Kabupaten Bungo perlahan berubah. Dalam empat tahun terakhir, luas kebun karet yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama ekonomi masyarakat terus mengalami penyusutan. Di sisi lain, kelapa sawit tetap bertahan sebagai komoditas perkebunan terbesar kedua dengan luasan yang relatif stabil.
Data Kabupaten Bungo Dalam Angka 2026 menunjukkan luas perkebunan karet pada 2024 tercatat 91.104 hektare, turun dibandingkan 2021 yang masih mencapai 93.061 hektare. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun terjadi penyusutan sekitar 1.957 hektare atau sekitar 2,1 persen.
Meski mengalami penurunan, karet masih menjadi komoditas perkebunan terluas di Kabupaten Bungo.
Sementara itu, kelapa sawit menunjukkan tren yang lebih dinamis. Setelah sempat turun menjadi 68.822 hektare pada 2023, luas perkebunan sawit kembali meningkat menjadi 72.147 hektare pada 2024. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan 2021 yang tercatat 69.797 hektare.
Data ini memperlihatkan bahwa sawit masih menjadi sektor perkebunan yang terus berkembang di tengah fluktuasi harga komoditas dan perubahan pola usaha tani masyarakat.
Selain dua komoditas utama tersebut, beberapa tanaman perkebunan lainnya memiliki skala yang jauh lebih kecil.
Komoditas kopi robusta relatif stabil di kisaran 924–933 hektare sepanjang periode 2021–2024. Kelapa dalam juga tidak mengalami perubahan signifikan, dengan luas sekitar 763 hektare pada 2021 dan meningkat tipis menjadi 770 hektare pada 2023–2024.
Sementara itu, pinang justru mencatat pertumbuhan paling konsisten. Luas tanam meningkat dari 131 hektare pada 2021 menjadi 161 hektare pada 2024, atau bertambah sekitar 23 persen dalam empat tahun terakhir.
Komoditas lain seperti kakao juga mengalami kenaikan bertahap dari 96 hektare menjadi 102 hektare. Sebaliknya, kayu manis (cassiavera) menunjukkan tren penurunan dari 23 hektare pada 2021 menjadi 21 hektare pada 2023–2024.
Beberapa komoditas perkebunan seperti kopi arabika, lada, cengkeh, kemiri, aren, vanili, kapuk, dan pala belum tercatat memiliki areal budidaya yang signifikan dalam statistik resmi daerah.
Perubahan komposisi luas perkebunan ini mencerminkan dinamika sektor pertanian Kabupaten Bungo. Penurunan luas kebun karet diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari alih fungsi lahan, regenerasi tanaman, hingga pertimbangan ekonomi petani terhadap komoditas yang dianggap lebih menguntungkan.
Meski demikian, dominasi karet belum tergeser. Dengan luas lebih dari 91 ribu hektare, komoditas ini masih menjadi tulang punggung perkebunan rakyat di Kabupaten Bungo dan menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga petani. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com